alexametrics

Cerita Pagi

Habib Ali Al-Habsyi, Wali yang Dikagumi Ulama Indonesia

loading...
Habib Ali Al-Habsyi, Wali yang Dikagumi Ulama Indonesia
Makam Habib Ali Bin Muhammad Al-Habsyi di sebelah barat Masjid Riyadh, Seiwun, Yaman. Foto/IST
A+ A-
SETIAP tahun, Kota Solo, Jawa Tengah, selalu dibanjiri ratusan ribu orang yang datang dari penjuru daerah. Kehadiran massa sebanyak itu bukan karena momentum tahun baru atau hari libur lainnya.

Kota Solo mendadak ramai karena ada hajatan besar, peringatan wafatnya Habib Ali Al-Habsyi, seorang waliyullah kelahiran Hadramaut (Yaman) yang dikagumi banyak ulama Indonesia. Belum lama ini, 8-9 Januari 2018, kawasan Masjid Ar Riyadh di Pasar Kliwon, Solo, disesaki jamaah karena digelarnya haul Habib Ali Al Habsyi yang ke-106.



Pemkot Solo pun terpaksa menutup sejumlah jalan di sekitar Pasar Kliwon untuk mendukung kelancaran hajatan itu. Menjelang haul yang diperingati setiap 20-21 Rabiul Akhir tahun hijriyah, Solo menjadi kota yang ramai. Oleh pemerintah setempat pun menjadikan haul ini sebagai kalender resmi pariwisatanya.

Kehadiran orang-orang berpeci putih lengkap kain sarungnya menambah unik suasana Kota Solo. Semua hotel dan penginapan di Solo kebanjiran tamu. Roda ekonomi dan bisnis mendadak hidup saat itu. Begitu juga sektor transportasi tiba-tiba ramai baik angkutan darat, kereta api, maupun pesawat.

Bisa dibayangkan manakala ratusan ribu orang datang berbondong-bondong ke sebuah kota dengan waktu bersamaan. Dari tiga hari haul ini, perputaran uang di Solo mencapai Rp225 miliar. Angka ini merupakan perkiraan Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Solo.

Betapa dahsyatnya efek haul Habib Ali Al-Habsyi ini. Semuanya tentu tak luput dari kuasa Ilahi yang menggerakkan alam semesta termasuk para jamaah yang datang. Untuk sisi ekonomi saja hal ini telah banyak mendatangkan manfaat.

Mulai dari hotel, penginapan, rumah makan, pasar, pusat  perbelanjaan, transportasi, semuanya panen rezeki. Pertumbuhan ekonomi masyarakat pun melambung tinggi. Keluarga Habib Ali Al-Habsyi di Solo selaku tuan rumah haul juga menyiapkan sedikitnya 4 ton beras dan 280 ekor kambing untuk menyambut para tamu.

Itu baru sekilas manfaat dari sisi ekonomi. Kalau diulas lagi lebih jauh acara itu tentu menyimpan segudang berkah. Bayangkan berapa banyak jamaah yang mendapatkan karunia hidayah dan keberkahan dari acara tersebut. Haul yang diisi dengan salat shubuh berjamaah, pembacaan maulid, dzikir, sholawat dan siraman tausiyah itu tentu memberi efek positif yang luar biasa.

Penulis juga berkesempatan hadir pada haul Habib Ali Al Habsyi di Solo tahun 2017. Acara yang banyak orang menyebutnya sebagai “Haul Solo” ini selalu menjadi pusat perhatian ulama di Indonesia dan Negara tetangga.

Secara bahasa haul adalah setahun. Sedangkan secara istilah adalah peringatan satu tahun meninggalnya seseorang. Haul merupakan tradisi tahunan yang dilakukan mayoritas umat muslim Indonesia untuk mengenang jasa-jasa ulama, kiai, tokoh masyarakat dan anggota keluarga.
Habib Ali Al-Habsyi, Wali yang Dikagumi Ulama Indonesia
Kehadiran ulama dari berbagai penjuru daerah dan luar negeri menjadi salah satu daya tarik haul ini. Adapun ulama yang kerap menghadiri acara haul ini di antaranya Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya (Pekalongan), Habib Jindan bin Novel, Habib Ahmad bin Novel (Tangerang), Habib Syech Abdul Qadir Assegaf (Solo). Bahkan Tuan Guru Bajang, Muhammad Zainul Majdi (Nusa Tenggara Barat) hadir di acara haul tahun ini. Dan masih banyak lagi ulama lainnya.

Jamaah haul juga datang dari berbagai daerah mulai Papua, Kalimantan, Palembang, Medan, Aceh, Sabang, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan, dan lainnya. Bahkan ada jamaah dari luar negeri seperti Yaman, Saudi Arabia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Thailand. Siapa sebenarnya Habib Ali Al-Habsyi ini hingga begitu terkenal di Indonesia?

Habib Ali Al-Habsyi lahir di Desa Qosam, Hadramaut (Yaman) pada hari Jum’at, 24 Syawal 1259 Hijriyah bertepatan dengan 1839 Masehi. Beliau diberi nama Ali oleh Sayyid Abdullah bin Husein bin Tohir untuk mengambil berkah dari Sayidina Ali Kholi’ Qosam.

Ibunda beliau, Sayidah Alawiyah binti Husein bin Ahmad Al Hadi Al Jufri berasal dari Kota Syibam, adalah seorang yang sangat gemar mengajar dan berdakwah, dan memiliki banyak karomah. Ayahanda beliau, Habib Muhammad bin Husein Al Habsyi (lahir 18 jumadil akhir 1213 H) adalah Mufti Haramain Makkah di masanya.

Habib Ali Bin Muhammad Al-Habsyi, disebut-sebut sebagai “wali qutub” karena besarnya pengaruh dan ketinggian ilmunya. Banyak ulama mengatakannya sebagai pemimpin para wali di masanya. Habib Ali Al-Habsyi dikenal sebagai seorang muallif (pengarang) Kitab Maulid Simthud Duror yang sering dibaca dalam setiap peringatan Maulid Nabi.
halaman ke-1 dari 3
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak