alexametrics

Tebing Sungai Lahar Kelud Ambrol, 2 Penambang Tertimbun

loading...
Tebing Sungai Lahar Kelud Ambrol, 2 Penambang Tertimbun
Terlambat menghindar, dua orang penambang sirtu asal Kabupaten Kediri tertimbun longsoran tebing Sungai Lahar Kelud. Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
BLITAR - Tebing setinggi 7 meter di kawasan penambangan pasir dan batu Dusun Kaliputih, Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar ambrol.

Terlambat menghindar, dua orang penambang sirtu asal Kabupaten Kediri tertimbun longsoran. Keduanya adalah Tholib (40) warga Desa Batuaji, Kecamatan Ringinrejo dan Zamroji (35) warga Desa Deyeng Kecamatan Ringinrejo.

Menurut Kapolres Blitar AKBP Slamet Waloya saat insiden terjadi pertolongan segera datang. Kedua korban langsung dilarikan ke RSU Mardi Waluyo Blitar. "Korban mengalami luka cukup serius pada bagian kepala dan tangan, "ujarnya kepada wartawan. Hujan deras mengawali longsor. Intensitas air yang tinggi yang diduga sebagai penyebab ambrolnya bukit yang menjadi satu dengan kawasan sungai lahar Kelud itu.

Melihat hujan deras, sejumlah penambang langsung menghentikan kerja dan memilih menjauhi area tambang. Namun tidak bagi Tholib dan Zamroji. Keduanya sepertinya tidak menyadari ancaman bahaya dengan terus bekerja melakukan penggalian. "Untungnya korban langsung bisa dievakuasi, "terangnya.

Menurut Slamet, selain longsor, lahar dingin juga menjadi ancaman serius para penambang pasir di kawasan kali lahar Gunung Kelud.

Karenanya dia menghimbau kepada para penambang menghentikan sementara seluruh aktivitas. Sebab di musim penghujan seperti ini ancaman bisa datang sewaktu waktu. "Demi keselamatan, sebaiknya aktivitas dihentikan dulu. Sebab di musim penghujan seperti ini sangat berbahaya, "paparnya.

Joni warga Garum mengatakan aktifitas penambangan pasir dan batu nyaris tidak pernah berhenti. Ekpslorasi itu berlangsung setiap hari tanpa mengenal waktu pagi, siang maupun malam. "Kalau sudah ada kejadian (longsor) seperti itu sebaiknya berhenti dulu. Pemerintah hendaknya lebih tegas memberikan larangan," pungkasnya.
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak