alexametrics

Ombak Besar Gulung Sejumlah Kapal Nelayan di Perairan Utara Jawa

loading...
Ombak Besar Gulung Sejumlah Kapal Nelayan di Perairan Utara Jawa
Cuaca buruk terjadi di perairan utara Jawa, Kamis (11/1/2018) dan menyebabkan sejumlah kapal nelayan yang sedang melaut diterjang ombak. Dokumen/SINDOnews
A+ A-
SEMARANG - Cuaca buruk terjadi di perairan utara Jawa, Kamis (11/1/2018) dan menyebabkan sejumlah kapal nelayan yang sedang melaut diterjang ombak. Berdasarkan data dari Badan SAR Jateng, setidaknya ada lima peristiwa laka laut, akibat tingginya ombak.  

Humas Kantor SAR Jateng Zulhawary mengatakan, Kejadian pertama terjadi di Perairan Pemalang, dua kapal nelayan di dekat muara Asemdoyong terhantam ombak besar dan tenggelam.

Untuk kapal pertama, seluruh personel yang terdiri dari pemilik yang diketahui bernama Kusnanto dan dua ABKnya berhasil selamat dan hanya mengalami luka. Korban langsung dilarikan ke rumah sakit.

Sementar kapal kedua, yang ditumpangi empat ABK, pecah dan tenggelam. dua orang selamat dan dua orang masih dinyatakan hilang. korban hilang diketahui bernama Rapi'i dan Dulraip keduanya warga Danasari, Pemalang. "Kapal pertama berhasil dievakuasi, tapi kapal kedua tenggelam dan masih ada dua orang yang hilang," katanya.

Sementara itu pada hari yang sama, 3 perahu Dogolan dan 7 orang dari  Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal juga diterjang ombak besar ketika mencari ikan dilaut perairan Suradadi. Dari peristiwa itu, enam orang berhasil selamat dan satu orang masih hilang.

Korban yang belum ditemukan diketahui bernama Mahdi (35), warga Suradadi, Kabupaten Tegal. Sementara yang berhasil menyelamatkan diri, adalah Jafar Darsono, Eka, Sugiyono, Bagus Sugiarto dan Sumari. Semuanya warga Suradadi Kabupaten Tegal.

Zul menjelaskan, untuk kejadian di  Tegal, bermula ketika para nelayan hendak merapat kembali ke Pantai sekitar pulu 05.00, usai mencari ikan. sekitar 1 km dari Pantai, tiba-tiba diterjang ombak besar sehingga perahu dogolan yang di pakai terguling."Korban yang berhasil selamat mengapung dengan menggunakan bambu dan kayu, sebelum diselamatkan nelayan lain," pungkasnya.
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak