alexametrics

Tawuran Warga, Polisi Sita Puluhan Anak Panah dan Bom Molotov

loading...
Tawuran Warga, Polisi Sita Puluhan Anak Panah dan Bom Molotov
Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A+ A-
MAKASSAR - Kelompok warga di Jalan Pampang Dua dan warga Kampung Berua, Kecamatan Panakukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, kembali terlibat tawuran, Senin (8/1/2018) malam. Warga saling serang dengan menggunakan senapan angin, anak panah, bom molotov, dan batu.

Untuk membubarkan warga, aparat kepolisian dari Resmob Polsek Panakukang yang tiba di lokasi terpaksa melepaskan tembakan gas air mata dan tembakan peringatan. Polisi lalu menyisir sejumlah rumah warga dan mengamankan dua orang pria.

Informasi yang diperoleh, saat polisi datang ke lokasi kedua kelompok warga yang terlibat tawuran bukannya berhenti. Salah satu dari kelompok warga malah mengejek dan hendak menyerang polisi dengan peralatan tawuran yang dimiliknya. Polisi terpaksa melepas tembakan gas air mata dan memukul mundur kedua kelompok warga tersebut.



Puluhan anak panah serta tameng kayu yang digunakan oleh pelaku tawuran di lokasi berhasil disita oleh polisi dalam penyisiran. Pantauan MNC Media, polisi sempat menyisir sejumlah rumah warga. Dalam penyisiran itu polisi menemukan dua orang pria yang diduga pelaku tawuran.

Keduanya sedang asyik menikmati minuman keras tradisional jenis ballo. Keduanya pun langsung digiring ke mobil Patroli untuk selanjutnya diperiksa di Mapolsek Panakkukang. (Baca: Tawuran Antar Lorong, Polisi dan Warga Bersitegang)

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tawuran antar warga tersebut, namun sejumlah rumah warga rusak akibat lemparan batu dari kedua kelompok yang terlibat tawuran.

Sejumlah fasilitas umum, seperti lampu jalan, juga ditemukan dalam kondisi hancur berserakan di sepanjang jalan akibat bentrok kedua warga tersebut. (Baca: Aksi Tawuran di Makassar Telan Korban Jiwa)
(thm)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak