alexametrics

Hujan Deras, Jalan Penghubung Desa Jatijajar-Randugunting Ambles

loading...
Hujan Deras, Jalan Penghubung Desa Jatijajar-Randugunting Ambles
Hujan deras yang melanda wilayah Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Sabtu (6/1/2018) malam mengakibatkan jalan penghubung Desa Jatijajar dengan Randugunting, tepatnya di wilayah Dusun Saren ambles sedalam 1,5 meter. Koran SINDO/Angga
A+ A-
SEMARANG - Hujan deras yang melanda wilayah Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Sabtu (6/1/2018) malam mengakibatkan jalan penghubung Desa Jatijajar dengan Randugunting, tepatnya di wilayah Dusun Saren ambles sedalam 1,5 meter.

Akibatnya akses jalan tersebut terputus. Warga Dusun Saren, Desa Jatijajar dan warga lainnya yang hendak Randugunting terpaksa harus memutar sejauh sekira 2,5 km.

Kepala Desa Jatijajar Sugiarto mengatakan, jalan poros desa tersebut amblas lantaran kontur tanahnya labil. Sehingga tanah di bagian bawah gampang amblas saat terus derasnya aliran air hujan. "Jalan beton ini, amblas karena faktor alam. Jadi meski konstruksi jalannya bagus, jika tanahnya labil ya bisa amblas," ujarnya, Minggu (7/1/2018).



Menurut dia, selain berdampak pada terputusnya akses penghubung antar desa, amblasnya jalan juga memutus pipa saluran air bersih warga. Namun sejauh ini, masyarakat belum mengalami kesulitan dalam mendapatkan air bersih karena sebagian besar warga memiliki sumur pribadi.'

Dia mengungkapkan, jalan beton poris desa itu, sebenarnya baru dibangun satu tahun yang lalu. Konstruksi betonnya sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan dalam perencanaan. "Namun karena tanahnya labil, jadi jalan tidak awet," ujarnya.

Sementara itu, hujan deras yang melanda wilayah Desa Jatijajar juga mengakibatkan talud setinggi 4 meter sepanjang 10 meter yang berada di samping rumah Nurudin (59) warga RT 06 RW 01 Dusun Krajan longsor. Material tanah dan batu talud menimpa rumah Nurudin.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Hanya kerugian yang ditimbulkan akibat talud longsor ini mencapai Rp15 juta. "Beberapa saat sebelum kejadian saya sedang masak di dapur. Tiba-tiba saya mendengar suara gemuruh seperti tanah longsor dari samping rumah. Saya langsung lari ke depan dan ke luar rumah dan berteriak minta tolong. Untung saya bisa menyelematkan diri," tutur Maryati, istri Nurudin.

Kejadian talud longsor ini telah dilaporkan kepada petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang. Hingga Minggu (7/1/2018) siang warga Dusun Krajan masih bergotong-royong membersihkan material tanah dan batu yang menimpa rumah Nurudin.
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak