alexametrics

Ketum PAN-Deddy Mizwar Bertemu di Hotel, Ini Hasilnya

loading...
Ketum PAN-Deddy Mizwar Bertemu di Hotel, Ini Hasilnya
Bakal Calon Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan. Foto/iNews.id
A+ A-
BANDUNG - Pertemuan Bakal Calon Gubernur Jawa Barat (Jabar) Deddy Mizwar (Demiz) dengan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan di Hotel Transluxury Bandung, Kamis (4/1/2018), menghasilkan tiga poin.

Demiz mengatakan, poin pertama yang dihasilkan yaitu sampai hari ini PAN belum sepakat dengan Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Pilgub Jabar 2018.

Dia menjelaskan kepada Zulkifli Hasan terkait kondisinya sebagai kader Demokrat dengan partai lain yang sudah berkomunikasi dengan partai lain termasuk dengan PAN.

Poin kedua dalam pertemuan tadi, mengenai kemungkinan kondisi koalisi di Pilgub Jabar selain dengan Golkar, bisa juga dengan partai lain.

Poin terakhir, PAN minta waktu satu sampai dua hari untuk memutuskan. "Itu hasil pertemuan. Itu yang konkretnya yang enggak ngambang," kata Demiz seusai bertemu dengan Zulkifli di Hotel Transluxury, Kamis (4/1/2018).

Demiz mengungkapkan, PAN menyambut positif sosok Dedi Mulyadi. PAN mengaku tidak masalah dengan Duo DM yang akan maju di Pilgub Jabar 2018. "Tadi juga dibahas. Sangat positif, tidak masalah," ujar dia.

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengatakan, PAN belum memutuskan sikap politik untuk mendukung pasangan calon mana di Pilgub Jabar 2018. Menurut dia, pertemuan dengan Demiz hanya membahas mengenai koalisi partai, jumlah kursi dan lainnya. "Saya berharap betul Kang Deddy bisa tetap running. Ternyata politik ini dinamis. Ada pembicaraan-pembicaraan, tapi finalisasinya belum, tunggulah dalam satu dua hari lagi sudah ada titik terang," kata dia.

Zulkifli mengatakan, politik di Jabar masih terus bergerak. Pilkada bukan ilmu pasti artinya satu tambah satu sama dengan dua. Kondisi ini seperti yang terjadi pada Ridwan Kamil yang bertemu dengan pengurus DPP PDIP, Rabu kemarin. "Ini bisa saja terjadi dengan PKB, PPP,  atau partai lainnya. Enggak bisa meramal saya, lihat saja nanti," ucapnya.
(zik)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak