alexametrics

Penyidikan Kasus Korupsi 7 Sanggar Lorong di Dinkop Makassar Dinilai Janggal

loading...
Penyidikan Kasus Korupsi 7 Sanggar Lorong di Dinkop Makassar Dinilai Janggal
Wali Kota Makassar, Danny Pomanto saat mendatangi Mapolda Sulsel, Selasa (2/1/2018). Foto Koran SINDO/Muchtamir
A+ A-
MAKASSAR - Penyidikan yang dilakukan Polda Sulsel terkait kasus dugaan korupsi program 7 sanggar Lorong di Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar, dengan turut menghadirkan Wali Kota Makassar, Danny Pomanto, Selasa (2/1/2018) dinilai janggal. Wali Kota Makassar, Danny Pomanto tersebut dimintai keterangan sejak pukul 09.30 Wita.

Namun kata salah satu kuasa hukum Danny Pomanto, Adnan Buyung usai keluar dari ruang penyidikan hingga pukul 12.00 Wita, belum juga masuk pada pertanyaan inti.

"Sampai sekarang pertanyaannya masih sebatas jabatan wali kota, visi misi wali kota, belum masuk materi pokok, makanya saya heran, apalagi katanya ini sudah tahap penyidikan," jelasnya kepada Koran SINDO.



Hal ini, sebut Adnan, jelas sedikit menimbulkan pertanyaan. Sebab, kata dia, kasus ini secara mendadak naik ke tahap penyidikan, tanpa diketahui, apakah sudah ada tersangka dalam kasus ini, atau minimal dua alat bukti sebagai dasar pengembangan.

"Saya tadi tanya soal ini, tapi saya diarahkan ke Direktur Kriminal Khusus. Olehnya itu, sampai sekarang saya belum ketemu beliau, hanya jawaban penyidik mengaku kasus ini sudah tahap penyidikan. Sebelumnya sudah pernah memeriksa kepala dinas yang bersangkutan dalam kasus ini," pungkasnya.

Saat ini, dia meminta agar penyidik jangan berlama-lama, sebab jika pemeriksaan kasus ini dilakukan atau diulur sampai Danny Pomanto harus bolak- balik.

"Tentu kami sudah tidak bisa berfikir positif, dan akan menganggap ini ada sesuatu yang berkaitan dengan Pilkada di Makassar. Pencurian saja itu pemeriksaannya berselang, ada jarak waktu, tapi kasus ini cepat sekali masuk Penyidikan. Agak aneh padahal menurut ACC kasus Polda bukan cuman ini saja, dan banyak kasus korupsi ternyata penanganannya lambat," paparnya.

Sementara ditemui di Mapolda Sulsel, Direktorat Kriminal Khusus Polda Sulsel, Kombes Pol Yudhiyawan enggan berkomentar saat ditanyai penyelidikan hingga penyidikan kasus ini, serta cepatnya proses penyelidikan menuju penyidikan.

"Jangan saya, tanya penyidiknya langsung, atau tanya Kabid Humas, jangan saya," ujarnya sebelum memasuki Masjid Polda Sulsel.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak