alexametrics

5 Korban Tewas Tertimbun Longsor di Magelang Ternyata Berasal dari Satu Kampung

loading...
5 Korban Tewas Tertimbun Longsor di Magelang Ternyata Berasal dari Satu Kampung
Lima korban tewas akibat tertimbun longsor penambangan pasir di Magelang diketahui berasal dari satu kampung, yakni Tri Yuni, Zaenudin, Mat Haedi, Iwan, dan Heri. Foto evakuasi di lokasi longsor/Ist
A+ A-
MAGELANG - Lima korban tewas akibat tertimbun longsor penambangan pasir diketahui berasal dari satu kampung, yakni Desa Jumoyo, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Mereka adalah Tri Yuni, Zaenudin, Mat Haedi, Iwan, dan Heri.

Seperti diberitakan sebelumnya, bencana longsor yang menewaskan delapan orang terjadi di area penambangan pasir perbatasan Bego Pendem dan Cawang Gunung Merapi, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin (18/12/2017).

Menurut keterangan saksi, para korban tertimbun oleh longsor susulan yang terjadi pagi tadi, setelah sebelumnya longsor terjadi pada Minggu malam 17 Desember 2017.

Kepala Desa Jumoyo, Kecamatan Salam, Sungkono mengakui bahwa kelima korban tewas akibat tertimbun longsor tersebut merupakan warganya. Dia mengatakan bahwa, kelimanya memang bekerja sebagai penambang manual dan masih berusia muda.



"Kelimanya memang warga saya. Rata-rata masih muda. Karena berusia antara 25-30 tahun" ungkap Sungkono saat mendatangi RSUD Muntilan, Senin (18/12/2017).

Dia menceritakan bahwa kelima warganya itu pergi menambang seperti biasa. Mereka menuju lokasi penambangan Cawang, di kawasan Sungai Bebeng, Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang.

Namun menurutnya, di lokasi tersebut sempat longsor pada Minggu malam, sehingga pasirnya menumpuk.
“Saat mereka mengambil pasir hasil longsoran, tiba-tiba tebing kembali mengalami longsor susulan sekitar pukul 10.30 WIB. Akibatnya, mereka tertimbun material pasir dan batu dari tebing setinggi 25 meter,” paparnya.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak