alexametrics

Tim SAR Tanjungpinang Bantu Cari Dua WN Malaysia Tenggelam

loading...
Tim SAR Tanjungpinang Bantu Cari Dua WN Malaysia Tenggelam
Tim SAR dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang mempersiapkan pencarian dua WN Malaysia yang hilang. Foto/Istimewa
A+ A-
PINANG - Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) Kelas A Tanjungpinang menurunkan tim SAR mencari dua korban hilang yakni Tan Soon Heng (25) dan Chan Chon Kuok (51), berkewarganegaraan Malaysia. Kapal kayu yang ditumpangi korban tenggelam di perairan internasional pada posisi koordinat 01 19.25 N-104 24.967 E lebih kurang 10,3 Nautical Mile dari perairan Tanjungberakit, Bintan, Minggu (10/12/2017) pukul 16.05.

"Kita dapat laporan sudah terjadi kecelakaan pelayaran di perairan internasional. Dua WN Malaysia dinyatakan hilang, kita turut membantu mencarinya," kata Kepala Kantor BNPP Tanjungpinang Budi Cahyadi di Tanjungpinang, Senin (11/12/2017).

Dia menuturkan, diduga kecelakaan ini disebabkan gelombang tinggi yang menghantam kapal. Pencarian sempat terkendala cuaca buruk yang menjadikan gelombang laut tinggi. Dalam pencarian ini petugas menurunkan kapal Rescue Boat (RB) 209 bergerak dari Pelabuhan Kampung Bulang Tanjungpinang menuju lokasi kejadian. "Kita sedang melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian," kata dia.

Budi menyampaikan, ada empat titik koordinat dilakukan pencarian di sekitar perairan Tanjungberakit pada titik koordinat  01 17.77 N-104 23.44 E, 01 20.76 N-104 23.44 E,  01 20.76 N-104 26.30 E,  dan 01 17.77 N-104 26.30 E. "Empat titik pencarian dan penyisiran sesuai koordinat SAR Map yang diberikan dari Basarnas Command Centre," kata dia.

Menurut Budi, pihaknya akan melaksanakan operasi pencarian dan akan berkoordinasi dengan pihak Malaysia. "Untuk informasi lebih lanjut, nanti kita akan sampaikan. Sekarang tim sedang berada di lokasi," pungkasnya.
(zik)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak