alexametrics

Diduga Maling Motor, Dua Pemuda Babak Belur Dihajar Massa

loading...
Diduga Maling Motor, Dua Pemuda Babak Belur Dihajar Massa
Ilustrasi/Istimewa
A+ A-
DEMAK - Dua pemuda babak belur setelah dipukuli massa karena diduga hendak mencuri sepeda motor di Demak, Jawa Tengah. Warga geram karena keduanya tak bisa menjawab dengan jelas sehingga mengakibatkan massa terpancing emosi.

Peristiwa bermula saat Kumadi (44) warga Desa Karangrowo RT 1/1, Kecamatan Wonosalam, Demak melihat orang tak dikenal duduk di depan rumahnya, pada Jumat (8/12/2017) malam. Setelah ditanya, orang tak dikenal yang diketahui berinisial MW (20) warga Kecamatan Bonang, Demak, tak menjawab jelas.

"Sempat dikira oleh Kumadi jika orang tersebut adalah orang gila. Bahkan sempat akan diambilkan makanan agar orang tersebut segera pergi," kata Kabag Ops Polres Demak Kompol Sutomo, Sabtu (9/12/2017).

Saat Kumadi masuk rumah untuk mengambil makanan, tiba-tiba datang lagi orang tak dikenal lainnya untuk menjemput MW. Orang berinisial Al (23) warga Kecamatan Bonang, Demak, itu pun berusaha mengangkat MW namun gagal.

"Karena sempoyongan, dia tidak bisa mengangkat rekannya. Kemudian orang bernama Al itu mendadak menaiki sepeda motor milik tamunya Kumadi. Saat ditanya, Al malah mengakui jika itu sepeda motornya. Untuk mencegah motor dibawa kabur, Kumadi langsung mengamankan motor ke teras rumah," tambahnya.

Melihat gelagat mencurigakan itu, Kumadi lantas melakukan pengejaran dengan sepeda motor. Dia menghubungi rekannya untuk mencegat di ujung kampung. Dalam sekejap, warga berkumpul dan berhasil menangkap keduanya.

"Setelah berhasil dicegat, kedua orang tersebut ditanya-tanya oleh warga namun jawabannya tidak nyambung, sehingga warga yang terpancing emosi langsung memukuli keduanya. Kemudian petugas Polsek Wonosalam datang dan mengamankan kedua orang itu untuk diperiksa lebih lanjut," ujarnya.
(zik)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak