alexa snippet

Wartawan Mojokerto Serahkan Bantuan untuk Korban Bencana Pacitan

Wartawan Mojokerto Serahkan Bantuan untuk Korban Bencana Pacitan
Sejumlah wartawan Mojokerto menyerahkan bantuan untuk korban bencana di Kantor Dinsos Kabupaten Pacitan, Kamis (7/12/2017). Foto/SINDOnews/Tritus Julan
A+ A-
PACITAN - Sejumlah wartawan di Mojokerto mengirimkan bantuan untuk korban bencana alam di Pacitan, Jawa Timur. Bantuan berupa uang dan barang tersebut hasil dari aksi sosial yang dilakukan selama sepekan.

Kamis (7/12/2017) siang, rombongan wartawan bergerak menuju lokasi bencana dan memberikan bantuan yang diangkut dengan dua mobil pikap. Selain menyerahkan bantuan melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pacitan, rombongan itu juga ikut melihat kondisi korban banjir dan tanah longsor itu.

Mochammad Chariris, ketua rombongan mengatakan, rombongan wartawan membawa bantuan berupa seragam sekolah untuk siswa SD sebanyak 150 setel, underwear, 3.000 buku tulis, pulpen, dan alat tulis lainnya, serta beras. "Kita lebih fokus untuk memberikan seragam sekolah. Karena dari hasil koordinasi, itu yang paling dibutuhkan," kata Chariris.

Bantuan berupa uang juga diberikan. Menurutnya, dari hasil penggalangan dana dari kalangan pelajar, pejabat, dan pengguna jalan di Mojokerto, didapati uang sejumlah Rp33 juta. "Itu kita bagi dalam bentuk uang dan barang. Semoga ini bisa membantu saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah."

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penggalanan donasi korban bencana alam Pacitan itu. Menurutnya, seluruh bantuan sudah diberikan melalui Dinsos Kabupaten Pacitan dan akan didistribusikan ke masing-masing sasaran. "Dari sini kita sudah tahu kondisi korban bencana dan apa yang dibutuhkan. Memang kebutuhan seragam yang paling mendesak."

Kepala Dinsos Kabupaten Pacitan Sunaryo mengatakan, dari sekian banyak kebutuhan korban bencana alam, kebutuhan seragam sekolah dianggap paling mendesak. Karena, pascabanjir banyak warga yang kehilangan pakaian sekolah. "Sementara, proses belajar mengajar harus tetap berjalan," kata Sunaryo.
(zik)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top