alexametrics

PPP Nilai Konvensi Bukan Solusi Tepat Mencari Calon Pendamping Ridwan Kamil

loading...
PPP Nilai Konvensi Bukan Solusi Tepat Mencari Calon Pendamping Ridwan Kamil
PPP menganggap konvensi untuk mencari calon pendamping Ridwan Kamil yang digagas Nasdem bukan sebagai solusi yang tepat.Foto/Dok/SINDOnews
A+ A-
BANDUNG - Polemik terkait penentuan sosok pendamping Ridwan Kamil di Pilgub Jabar 2018 semakin memanas. Sebagai salah satu parpol pengusung Ridwan Kamil, PPP menganggap konvensi untuk mencari calon pendamping Ridwan Kamil yang digagas Nasdem bukan sebagai solusi yang tepat.

Selain PPP yang mendorong kadernya Uu Ruzhanul Ulum menjadi pasangan Ridwan Kamil. Partai Golkar pun sama-sama memberikan desakan agar Wali Kota Bandung itu memilih kadernya Daniel Mutaqien Syafiuddin sebagai cawagub Jabar pendamping Ridwan Kamil. Termasuk PKB yang juga menyodorkan kadernya Syaiful Huda.

Sebagai parpol yang paling awal mengusung Ridwan Kamil, NasDem berupaya mencari jalan tengah dengan rencana menggelar konvensi untuk menentukan pendamping Ridwan Kamil. Konvensi yang diikuti parpol pengusung dan terbuka bagi parpol lainnya itu diyakini menjadi solusi untuk menyelesaikan polemik tak berujung tersebut.



"Kang Emil (Ridwan Kamil) jangan menyerahkan penetapan cawagub ke konvensi, tidak akan ada titik temu karena masing-masing parpol ingin kadernya naik. Jadi ini enggak akan ketemu," tegas Ketua Bidang Pemenangan Jabar DPP PPP Dayat Hidayat di Bandung, Jumat (1/12/2017).

Dayat justru menuntut Ridwan Kamil untuk menentukan sendiri pasangannya. Dengan menentukan sendiri, pria yang akrab disapa Emil itu dinilainya akan mendapatkan pasangan yang tepat dan sesuai kebutuhannya. Terlebih, dengan memilih sendiri, Emil pun dapat menilai objektif setiap pasangan yang dianggap paling tepat berdampingan dengannya. "Kalau konvensi, siapa yang memberi penilaian bahwa calon ini tidak disukai Kang Emil?" tegasnya lagi.

Oleh karena itu, Dayat meminta Emil berani menggunakan hak prerogatifnya dalam memilih cawagub Jabar pendampingnya di Pilgub Jabar 2018. "Ruang ini harus diselesaikan Kang Emil. Kang Emil yang menentukan, bukan partai pengusung. Siapa yang cocok menurut dia dan siapa yang ratingnya paling baik berdasarkan hasil survei," paparnya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Banten, Jawa Barat, dan DKI Jakarta DPP PPP Nurhayati Monoarfa menyatakan, Uu Ruzhanul Ulum tetap berada di posisi teratas untuk kategori cawagub Jabar berdasarkan hasil survei. Pihaknya pun menggelar survei berkala untuk memastikan tren popularitas dan elektabilitas Uu Ruzhanul Ulum.

"Dan alhamdulillah tren Pak Uu memang naik terus. Popularitas dan elektabilitasnya berada paling atas untuk posisi calon wakil gubernur," tegasnya.

Terpisah, Sekretaris Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Nasdem Willy Aditya menegaskan, gagasan konvensi calon pendamping Emil sudah disampaikan langsung kepada Emil dan telah disetujuinya. Pihaknya kini tengah menyusun panitia kecil untuk merumuskan mekanisme penentuannya. "Sekarang ini sedang diformulasikan skema konvensinya, agar tidak 'kawin paksa' macam Siti Nurbaya," tegasnya.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak