alexametrics

Stadion Soeprijadi Kota Blitar Ambruk, 3 Orang Terluka

loading...
Stadion Soeprijadi Kota Blitar Ambruk, 3 Orang Terluka
Angin kencang memorak-porandakan bangunan Stadion Soeprijadi, Kota Blitar, Jawa Timur, Kamis (30/11/2017) sore. Akibatnya, tiga pekerja tertimpa runtuhan bangunan stadion. Foto/SINDOnews/Solichan Arif
A+ A-
BLITAR - Angin kencang memorak-porandakan bangunan Stadion Soeprijadi, Kota Blitar, Jawa Timur, Kamis (30/11/2017) sore. Akibatnya, tiga pekerja tertimpa runtuhan bangunan stadion.

Dalam hitungan menit, angin disertai hujan meruntuhkan bangunan sepanjang 60 meter. Dinding setinggi 3 meter yang rencananya untuk tribun penonton (sisi dalam stadion) dan sisi luar untuk 24 kios pedagang, ambrol. Tiga orang pekerja tertimpa runtuhan.



Informasi yang dihimpun, di antara tiga korban adalah Kholil (53), warga Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro dan Rezza (17), warga Desa Tingal, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar. Keduanya mengalami luka cukup serius di bagian kepala dan kaki. Sedangkan satu korban mengalami luka ringan.

"Korban langsung dilarikan ke RSU Mardi Waluyo Kota Blitar," kata Sukemi (58), warga setempat yang menyaksikan langsung insiden.

Musibah berlangsung pukul 15.30 WIB. Menurut Sukemi, insiden hantaman angin kencang itu berlangsung cepat. Sebelum merobohkan tembok, angin mengempaskan lembaran seng yang berada di sisi selatan bangunan. "Setelah seng terlempar, disusul tembok ambruk. Suaranya keras," kata  Sukemi.

Warga yang bertempat di sekitar stadion sontak berhamburan keluar. Begitu juga dengan 10 orang pekerja yang tengah memplester dinding stadion. Mereka seketika bergerak menjauhi tembok yang terlihat bergerak gerak. Namun nahas, dua orang pekerja tengah memplester bagian dalam stadion, tidak sempat menghindar. Ambrukan tembok menimpa keduanya. Dua orang pekerja kasar itu mengalami bocor di kepala serta luka pada tubuh. Meski masih tersadar, kedua korban mengalami shock.

Sedangkan korban yang terluka ringan berada di sisi luar stadion. Yang bersangkutan tertimpa batu bata. Aparat Polres Kota Blitar langsung mendatangi lokasi kejadian. Petugas memasang police line sekaligus menghentikan aktivitas pekerja. "Kita melakukan pengamanan lokasi lebih dulu. Sebab dalam insiden ini ada tiga orang pekerja yang menjadi korban," ujar Kasatreskrim Polres Kota Blitar AKP Heri Sugiyono.

Seperti diketahui, proyek pembangunan tribun Stadion Soeprijadi Kota Blitar ini bernilai Rp1,8 miliar lebih. Pada papan yang terpampang di lokasi kejadian tertulis biaya pembangunan bersumber dari APBD tahun 2017.

Proyek dikerjakan CV Karya Makmur dengan jangka waktu pengerjaan 180 hari. Sesuai ketentuannya proyek yang berjalan mulai Juli 2017, harusnya selesai pada Oktober 2017. Faktanya hingga akhir bulan November 2017, proyek masih proses menuju finishing.
(zik)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak