alexa snippet

Duh, Ribuan Ruang Kelas SD di Bandung Barat Rusak

Duh, Ribuan Ruang Kelas SD di Bandung Barat Rusak
Beberapa siswa sedang melintas di depan salah satu SD di yang berada di Kecamatan Ngamprah. Hingga kini selain masih banyak sekolah rusak, Dinas Pendidikan KBB juga masih kekurangan ruang kelas akibat angkatan sekolah yang terus bertambah setiap tahunnya.
A+ A-
BANDUNG BARAT - Jumlah ruang kelas SD yang rusak di Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih sangat banyak. Kondisi itu diperburuk dengan terbatasnya alokasi anggaran dari APBD KBB 2017 di Dinas Pendidikan yang hanya Rp22 miliar untuk semua kegiatan, sehingga perbaikan kelas rusak itu membutuhkan waktu lama.

Data yang diperoleh SINDOnews di Dinas Pendidikan KBB dari total 3.779 ruang kelas SD yang kondisinya rusak ada sebanyak 3.116 kelas. Rinciannya yang rusak ringan ada 2.653 kelas dan rusak berat 463 kelas. Sementara yang kondisinya masih baik hanya sebanyak 663 kelas.

"Berdasarkan data pokok pendidikan (dapodik) ruang kelas SD yang rusak di Bandung Barat masih sangat banyak dimana ada 2.653 kelas yang rusak ringan serta 463 kelas rusak berat dan sudah tidak dipergunakan," terang Kepala Dinas Pendidikan KBB Imam Santoso, Rabu (15/11/2017).

Imam menjelaskan, di tahun ini pihaknya akan melakukan program perbaikan ruang kelas rusak dan pembangunan ruang kelas baru (RKB). Untuk SD rehab dilakukan kepada 258 kelas baik rusak berat ataupun ringan, sedangkan untuk pembangunan RKB ada 10 unit. Pihaknya terpaksa harus memberlakukan skala prioritas dalam rehab dan pembangunan RKB karena anggaran terbatas.

Untuk sekolah yang rusak ringan, lanjut Imam, sebagian masih ada yang bisa ditanggulangi oleh dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Namun untuk yang rusak berat maka ditanggulangi oleh kabupaten dari APBD. Estimasi biaya untuk membangun RKB rata-rata sekitar Rp185 juta sementara untuk rehab berat membutuhkan biaya Rp90 juta.

"Selain dari APBD kami juga mendapatkan bantuan anggaran DAK tahun ini senilai Rp42 miliar yang dialokasikan untuk pembangunan laboratorium, rehab, dan pembangunan perpustakaan," sebutnya.

Sementara itu dari jumlah total 3.779 ruang kelas pun pihaknya masih kekurangan. Sebab berdasarkan perhitungan kebutuhan ruang kelas di KBB perlu sedikitnya 5.341 kelas SD. Itu artinya KBB masih kekurangan kelas SD sebanyak 1.562 kelas. Ini disebabkan angka sekolah murid di hampir seluruh kecamatan setiap tahunnya terus bertambah.
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top