alexa snippet

Negara Siap Ambil Alih Jika Upaya Persuasif di Papua Deadlock

Negara Siap Ambil Alih Jika Upaya Persuasif di Papua Deadlock
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menegaskan, jika upaya persuasif dengan kelompok kriminal bersenjata di Papua menemui jalan buntu, maka negara akan turun tangan dalam persoalan penyanderaan ini. Foto/SINDOnews
A+ A-
AMBON - Upaya negosiasi yang dilakukan aparat keamanan dan Pemerintah Daerah dengan kelompok kriminal bersenjata di Papua terkait penyanderaan 1.300 warga Kimbely dan Banti, hingga kini belum menemui jalan keluar. Jika upaya persuasif yang dilakukan menemui jalan buntu, maka negara akan turun tangan dalam persoalan ini.

Hal ini ditegaskan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian saat berkunjung ke Markas Besar Polda Maluku, Senin siang (13/11/2017). Kapolri mengatakan, aksi kelompok kriminal bersenjata yang terjadi di Papua, diduga bermotif ekonomi.

“Aksi kelompok kriminal di Papua itu bermotif ekonomi. Saat ini kami terus melakukan upaya persuasif. Namun jika mengalami jalan gagal atau deadlock, maka kita akan ambil langkah tegas,” kata Tito kepada wartawan di Ambon, Maluku.

Hal tersebut dilakukan guna mencari solusi agar meredam aksi kelompok kriminal bersenjata yang terus meresahkan warga di Papua. Tito mengatakan, langkah persuasif yang diambil saat ini dengan berkoordinasi bersama tokoh masyarakat, adat dan gereja.

Tito juga mengaku, sudah berkoordinasi dengan Panglima TNI terkait persoalan tersebut. Dalam koordinasi yang dilakukan ada kesepakatan yang dibangun. Dimana, jika upaya persuasifnya masih menemui jalan detlok, maka negara akan ambil langkah tegas.

Terkait perihal ini, aparat Kepolisian sudah mempersiapkan diri di wilayah setempat. Artinya, terlepas dari upaya persuasif yang dilakukan, aparat juga harus tetap disiagakan di sana.

“Saya sudah koordinasikan dengan Panglima TNI. Jika upaya persuasifnya masih menemui jalan buntu, maka tidak ada jalan lain selain negara harus mengambil langkah-langkah tegas dalam rangka mengembalikan ketertiban, keamanan dan penegakan hukum di wilayah itu,” tegas Tito.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top