alexametrics

Petilasan Raja Majapahit Rusak Tertimpa Pohon Tumbang

loading...
Petilasan Raja Majapahit Rusak Tertimpa Pohon Tumbang
Sebuah pohon beringin berukuran besar menimpa dua bangunan di petilasan Siti Inggil, Trowulan yang merupakan petilasan Raja Majapahir Raden Wijaya, Senin (13/11/2017). Koran SINDO/Tritus Julan
A+ A-
MOJOKERTO - Bangunan bersejarah peninggalan Kerajaan Majapahit, berupa petilasan Raden Wijaya, di Dusun Kedungwulan, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, rusak parah tertimpa pohon beringin yang tumbang. Pohon besar tersebut roboh menimpa Siti Inggil, petilasan salah satu Raja Majapahit, setelah diterjang hujan dan angin kencang, Senin (13/11/2017) sekitar pukul 12.30 WIB.

Pantauan di lapangan, bangunan yang merngalami kerusakan adalah dua bangunan yang merupakan loket masuk tempat wisata ini. Tak hanya itu, pohon beringin yang ditanam sekitar tahun 1973 itu juga menimpa dua warung yang berada di luar bangunan situs kuno.

Beruntung, peristiwa ini tak memakan korban. Namun kejadian ini cukup merepotkan petugas jaga situs untuk mengevakuasi reruntuhan pohon dan bangunan. ”Pohon beringin ini memang agak miring. Begitu terkena angin kencang, langsung roboh,” ujar Abdul Qofur, juru kunci situs Siti Inggil.



Bangunan yang tertimpa pohon beringing ini, lanjut dia, merupakan bangunan yang dibangun Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Mojokerto. Bagian atap bangunan rusak berat setelah ditimpa pohon besar tersebut. ”Warungnya juga dalam kondisi tutup sehingga tak ada korban jiwa. Evakuasi mungkin bisa dilakukan esok hari,” tambahnya.

Sementara di awal musim hujan ini, bencana angin kencang sering terjadi di Mojokerto. Beberapa hari sebelumnya, beberapa gapura majapahitan di Kecamatan Trowulan juga roboh akibat diterjang angin kencang. Sebuah mobil milik PNS di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto juga mengalami rusak berat setelah tertimpa pohon tumbang akibat hujan deras disertai angin kecang.

Di Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto juga terjadi bencana angin kencang yang merobohkan sejumlah pohon besar. Beruntung bencana ini tak memakan korban. ”Kecamatan Mojoanyar memang masuk dalam wilayah daerah rawan bencana angin kencang dan puting beliung,” ujar kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto Muhammad Zaini.

Peta bencana, kata dia, sudah dibuat. Selain daerah rawan bencana banjir, tanah longsor dan puting beliung, juga rawan angin kencang. Daerah yang rawan bencana puting beliun dan angin kencang, lanjut dia, diantaranya adalah wilayah Kecamatan Mojoanyar, Gedeg, Dawarblandong, Jetis, dan Kemlagi. ”Tapi juga dimungkinkan di wilayah selatan Sungai Brantas,” tambahnya.

Selain bencana angin puting beliung, dia juga meminta agar masyarakat waspada terhadap bencana banjir. Menurutnya, ada beberapa kecamatan yang dideteksi rawan banjir, di antaranya Kecamatan Mojosari, Ngoro, Pungging, Puri, Mojoanyar, Ngoro dan Trawas.

Sementara wilayah Kecamatan Pacet dan Trawas, dipetakan sebagai wilayah yang rawan bencana longsor. ”Tim Reaksi Cepat (TRS) sudah kita bentuk dan siap untuk melakukan tindakan pascabencana dan antisipasinya,” pungkasnya.
(wib)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak