alexametrics

Para Veteran di Surabaya Dapat Izin Pemakaian Rumah

loading...
Para Veteran di Surabaya Dapat Izin Pemakaian Rumah
Peringatan Hari Pahlawan 10 November di Surabaya berlangsung meriah di Balai Kota Jumat (10/11/2017). Pada peringatan Hari Pahlawan ini para veteran mendapatkan izin tempat tinggal di rumah dinasnya. Koran SINDO/Aan Haryono
A+ A-
SURABAYA - Peringatan Hari Pahlawan di Kota Surabaya menjadi berkah bagi para veteran. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberi izin pemakaian rumah kepada lima veteran perang.

Seorang veteran, Moeljadi (64) saat ini lebih tenang dalam menjalani hidup karena bisa menempati rumah yang diberikan oleh Pemkot Surabaya kepada para veteran. Selama beberapa tahun terakhir ini dia selalu was-was dengan status tempat tinggalnya yang belum pasti.

"Selama ini cemas, dari dulu tinggal tanpa hak pakai karena sudah pensiun. Kalau sekarang sudah ada kepastian diberi hak tinggal,” ujar Moeljadi di sela-sela peringatan Hari Pahlawan di Balai Kota Surabaya, Jumat (10/11/2017).



Moedjadi merupakan tentara yang turut dalam perjuangan di Timor-Timor. Dia bertugas sebagai pasukan kapal sungai gerong bersama rekan-rekannya sebagai pemasok keperluan perang.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menuturkan, izin pemakaian rumah kepada para veteran sudh dibahas lebih lanjut. Pemkot sebenarnya tidak ikut melakukan verifikasi secara langsung, sebab ada tim yang berhak menentukan dan siapa saja veteran yang berhak menempati. “Jadi sudah ada tim sendiri yang melakukan screening siapa yang berhak menerima,” jelas mantan Kepala Bappeko ini.

Pada kesempatan yang sama, Risma juga melakukan nota kesepakatan bersama pelayanan imigrasi pada mal pelayanan publik Kota Surabaya. Serta nota kesepakatan bersama dan perjanjian kerja sama pemberian akses closed circuit television (CCTV) Pemkot Surabaya kepada Polrestabes Surabaya dalam rangka pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Terkait MoU dengan Polrestabes untuk pemberian akses CCTV Pemkot, Risma menilai kalau kerja sama tersebut penting untuk kelancaran lalu lintas di Surabaya. Termasuk keamanan dan ketertiban masyarakat, serta penjagaan obyek-obyek vital di Surabaya. Sampai saat ini jumlah CCTV yang ada sudah 1.000 lebih.

“Nantinya kalau bisa sampai Polsek. Kalau sampai Polsek, eksekusinya cepat. Kalau ada kejadian di kecamatan, Polsek setempat bisa langsung menindaklanjuti,” ucapnya.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak