Tuai Polemik, Dinkes Depok Evaluasi Menu Makanan Tambahan Stunting Hanya Nasi, Kuah, dan Tahu

Rabu, 15 November 2023 - 16:38 WIB
loading...
Tuai Polemik, Dinkes...
Kepala Dinkes Kota Depok Mary Liziawati mengatakan telah melakukan evaluasi PMT yang menggunakan anggaran APBD Perubahan senilai Rp4,4 miliar untuk 38 puskesmas tersebut. Foto/Pemkot Depok
A A A
JAKARTA - Menu program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pemkot Depok melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menuai polemik di masyarakat. Sebab, menu yang disajikan dengan anggaran Rp18 ribu per paket yang diterima masyarakat masuk dalam kategori stunting hanya nasi, kuah sayur dan tahu rebus.

Merespons hal itu, Kepala Dinkes Kota Depok Mary Liziawati mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan evaluasi PMT yang menggunakan anggaran APBD Perubahan senilai Rp4,4 miliar untuk 38 puskesmas tersebut.

Baca juga: Heboh Menu Tambahan Stunting di Depok Hanya Nasi, Kuah, dan Tahu, DPRD: Tak Layak!

"Satu dari 11 kecil tapi jadi ramai. Tadi kita sampaikan kita sudah evaluasi dan ada perbaikan, kalau ada permasalahan kita terus evaluasi yang tadi bermasalah tidak akan dipakai lagi kita cari yang lain dan seterusnya itu bagian dari evaluasi kita," ujar Mary dalam diskusi dengan wartawan di Kantor PWI Depok, Pancoran Mas, Rabu (15/11/2023).

Mary pun menegaskan bahwa porsi program PMT yakni enam hari kudapan dan satu hari makanan lengkap. Ia mengakui bahwa untuk program PMT di wilayah Kecamatan Tapos ada yang miss.

"Iya tadi sudah saya jelaskan enam hari pertama kudapan, hari ketujuh baru makanan lengkap. Tadi yang di Tapos sudah disampaikan ada miss," paparnya.

Dia menjelaskan bahwa alokasi Rp18 ribu per paket tersebut termasuk biaya pajak hingga kemasan yang dapat terus dipakai warga penerima manfaat PMT. Ia pun akan mencopot stiker PMT yang bergambar wajah Wali Kota Depok Mohammad Idris dan Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono jika menuai polemik juga.

"Tadi kita sampaikan juga bahwa Rp18 ribu sudah all in semuanya ada biaya pajak, distribusinya, tempatnya dan sebagainya termasuk stikernya ya. Masukan tadi kita akan sampaikan kalau itu jadi masalah yang terus dipermasalahkan ya udah dikeletek saja deh kalau mereka bersedia mengganti stiker karakter kartun misalnya. Kalau misalnya sudah mepet nggak usah pakai stiker," ungkapnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi D DPRD Kota Depok Ikravany Hilman menanggapi viralnya menu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dalam pengentasan masalah stunting di Kota Depok, Jawa Barat cuma nasi, kuah, dan tahu. Menurutnya, komposisi tersebut sangat tidak layak untuk menekan angka stunting.

"Sangat tidak layak, nggak ngerti apa pertimbangannya. Kan makanan tidak harus yang dimasak bisa saja yang mentah biar dimasak," kata Ikra saat dihubungi, Rabu (15/11/2023).

Ikra pun menyoroti komposisi makanan yang disediakan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk warga yang masuk ke dalam kategori stunting. Ia pun mengungkap bahwa anggaran program PMT tersebut pun mencapai miliaran rupiah dengan dibatasi Rp18 ribu per paket.

"Harusnya yang dihitung pertama kali atau yang dipertimbangkan pertama kali adalah nutrisi mau dimasak, mau mentah, mau sayur urusan akhirnya nutrisi yang terkandung di situ memadai tidak sebagai makanan tambahan."

Baca juga: Hari Kesehatan Nasional 2023 Diharapkan Jadi Momentum Atasi Stunting

"Yang namanya tambahan itu mesti diukur yang biasanya ada di rumah tangga masyarakat, nasi ada, tahu, tempe biasanya ada nah yang nggak ada apa? Itu yang harus ditambahin dong, susu, buah atau tambahan telur, ikan daging, dst. Hal itu yang harusnya ditambahkan," jelasnya.

"Nah ini seolah-olah ingin menggugurkan kewajiban saja padahal anggarannya itu hampir Rp4,4 miliar," tutupnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
47 Sekolah Swasta Gratis...
47 Sekolah Swasta Gratis di Depok 2026, dari Pancoran Mas, Beji, hingga Cinere
Anggota DPRD Jember...
Anggota DPRD Jember Main Game dan Merokok di Ruang BerAC Saat RDP Tekan Stunting
Gerakan Dapur Indonesia...
Gerakan Dapur Indonesia Gelar Konsolidasi Perkuat Program MBG dan Atasi Stunting
Rekomendasi
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
DPR Upayakan Formula...
DPR Upayakan Formula TKD Tetap Adil, Rasional, dan Berpihak ke Daerah
Mensesneg Sebut Prabowo...
Mensesneg Sebut Prabowo Monitor Kasus 3 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal
Berita Terkini
Dishub DKI Siapkan Rekayasa...
Dishub DKI Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Bundaran HI saat Malam Puncak HUT ke-499 Jakarta
Rekam Jejak Taufik Hidayat,...
Rekam Jejak Taufik Hidayat, Pernah Lakukan Penganiayaan dan Kasus Penggelapan Motor
Benahi Tata Kelola MBG,...
Benahi Tata Kelola MBG, Tindakan BGN Tutup Ratusan Dapur Fiktif Diapresiasi
Perputaran Uang Judi...
Perputaran Uang Judi Online Hayam Wuruk Capai Belasan Triliun
Tak Hanya 287 WNA, 4...
Tak Hanya 287 WNA, 4 WNI Turut Jadi Tersangka Judol Hayam Wuruk
Kaesang Saksikan Pelantikan...
Kaesang Saksikan Pelantikan Pengurus DPD PSI Mesuji Lampung
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved