alexa snippet

Sambut Hari Santri, Wabup Botram dengan 260 Santri Ponpes Al Furqon

Sambut Hari Santri, Wabup Botram dengan 260 Santri Ponpes Al Furqon
Wakil Bupati Bandung Barat Yayat T Soemitra beserta istri Dwina Candra saat botram dengan 260 santri Pondok Pesantren Al Furqon di Kampung Panyandaan, Cisarua, KBB, Sabtu (21/10/2017). Koran SINDO/Adi Haryanto B
A+ A-
BANDUNG - Wakil Bupati Bandung Barat Yayat T Soemitra menggelar botram (makan) bersama 260 santri Pondok Pesantren Yatim dan Dhuafa Al Furqon, Kampung Panyandaan, RT 02/12, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu (21/10/2017).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari peringatan Hari Santri Nasional yang akan diperingati pada Minggu (22/10/2017). Selain itu, Yayat yang datang beserta istri Dwina Candra Asih berkesempatan melakukan panen sayuran kembang kol dan brokoli di lahan pertanian yang berada di sektar pesantren. "Ini bagian dari agenda kerja saya ke pesantren yang kebetulan bertepatan dengan akan tibanya Hari Santri Nasional," kata Yayat.

Yayat menyebutkan, di KBB tercatat ada sekitar 600 pesantren. Oleh karena itu, momentum Hari Santri ini harus dijadikan sebagai ajang untuk terus meningkatkan kualitas para santri. Sejarah membuktikan tidak akan ada Hari Pahlawan 10 November jika tidak ada komitmen jihad para santri di tanggal 22 Oktober di saat perang kemerdekaan dulu.

Mengenai botram (makan bersama), Yayat mengaku ini adalah kali pertama dirinya merasakan suasana seperti ini. Dirinya pun merasa terharu karena bisa berkumpul dan makan bersama para anak yatim piatu dan dhuafa dalam satu hamparan tanpa membeda-bedakan strata sosial. "Saya sangat terharu dengan suasana seperti ini dan makanannya juga sangat nikmat terutama jengkolnya," kata dia.

Pendiri Pondok Pesantren Yatim dan Dhuafa Al Furqon Selamet Rido (63) mengatakan, tradisi makan besar nasi liwet bersama-sama ini sebagai salah satu bentuk menyambut kedatangan tamu. Di pesantrennya tercatat ada sebanyak 260 santri yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat dan 30 guru pengajar.

Semua santrinya adalah anak yatim piatu dan dhuafa yang tinggal di asrama serta belajar secara gratis. "Kami menggratiskan pendidikan para santri karena operasional pesantren ini didukung oleh para donatur dan alumni pesantren yang sudah sukses," tuturnya.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top