Massa Aksi Datangi KPU Jelang Penetapan Capres-Cawapres 2024, Sampaikan Keresahan soal Politik Dinasti
Senin, 13 November 2023 - 12:09 WIB
loading...
Massa aksi dari Aliansi Penyelamat Konstitusi (APK) mulai mendatangi Kantor KPU di Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (13/11/2023) siang. Foto: MPI/Refi Sandi
A
A
A
JAKARTA - Massa aksi dari Aliansi Penyelamat Konstitusi (APK) mulai mendatangi Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (13/11/2023) siang. Hari ini KPU dijadwalkan menetapkan pasangan Capres-Cawapres peserta Pilpres 2024.
Pantauan MNC Portal Indonesia di lokasi, massa aksi mulai berdatangan sekitar pukul 11.20 WIB. Massa menyampaikan keresahan terkait politik dinasti .
Terlihat ratusan massa aksi mengenakan pakaian serba hitam membawa miniatur peti mati dan keranda berkain hitam bertuliskan 'R.I.P Keadilan dan Demokrasi RI' saat berunjuk rasa. Massa aksi juga membawa bendera kuning serta merah putih.
Baca Juga: 2.000 Personel TNI-Polri Disiagakan Amankan Penetapan Capres-Cawapres 2024 di KPU
"Oknum-oknum, pihak pihak keluarga yang ingin menguasai negeri ini untuk menghidupkan politik dinasti kami lawan hal itu," teriak orator dari atas mobil komando.
"Kami mau lawan institusi yang melaksanakan melakukan praktik-praktik KKN, Korupsi Kolusi dan Nepotisme," tambahnya.
Pantauan MNC Portal Indonesia di lokasi, massa aksi mulai berdatangan sekitar pukul 11.20 WIB. Massa menyampaikan keresahan terkait politik dinasti .
Terlihat ratusan massa aksi mengenakan pakaian serba hitam membawa miniatur peti mati dan keranda berkain hitam bertuliskan 'R.I.P Keadilan dan Demokrasi RI' saat berunjuk rasa. Massa aksi juga membawa bendera kuning serta merah putih.
Baca Juga: 2.000 Personel TNI-Polri Disiagakan Amankan Penetapan Capres-Cawapres 2024 di KPU
"Oknum-oknum, pihak pihak keluarga yang ingin menguasai negeri ini untuk menghidupkan politik dinasti kami lawan hal itu," teriak orator dari atas mobil komando.
"Kami mau lawan institusi yang melaksanakan melakukan praktik-praktik KKN, Korupsi Kolusi dan Nepotisme," tambahnya.
Lihat Juga :