alexa snippet

Menikmati Sore di Jembatan Ngalam Indonesia

Menikmati Sore di Jembatan Ngalam Indonesia
Wisatawan berpose di Jembatan Ngalam Indonesia, yang menghubungkan Kampung Warna-warni (KWW)-Kampung Tiga Dimensi (Tridi), Kota Malang. Jembatan kaca ini menjadi ikon baru wisata di Kota Malang. Foto/SINDOnews/Yuswantoro
A+ A-
MALANG - Tangan Jiati (51), berpegangan erat di kedua besi panjang berwarna keemasan, yang menjadi pagar jembatan. Kakinya berjalan dengan diseret, tanpa berani mengangkat telapak kakinya dari lantai kaca.

"Wah…saya takut, kelihatan sungainya. Tapi menyenangkan, pemandangannya bagus," ujar perempuan asal Kesamben, Kabupaten Blitar, Jawa Timur itu sambil tersenyum menyelesaikan perjalanannya melintasi jembatan kaca sepanjang 25, yang membentang di atas Sungai Brantas.

Dia bersama enam anggota keluarganya, sengaja datang berwisata ke Kampung Wisata Warna-warni (KWW) di Kelurahan Jodipan, dan Kampung Tiga Dimensi (Tridi) di Kelurahan Kesatrian, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Menempuh jarak sekitar 70 km dari desanya di Kabupaten Blitar, Jiati bersama suami, ketiga anaknya, dan seorang cucunya, ingin menikmati sore dengan pemandangan penuh warna di kampung wisata, yang sejak beberapa hari lalu telah dilengkapi dengan wahana jembatan kaca.

Ekspresi berbeda ditunjukkan Diana (24). Warga Kepanjen, Kabupaten Malang, tersebut, tampak ceria melintasi jembatan kaca. Beberapa kali dia berhenti di tepi jembatan, untuk melakukan swafoto. "Bagus-bagus tempatnya untuk berfoto. Ini langsung saya unggah di Facebook, dan Instagram," ujarnya.

Anak-anak juga banyak yang berlarian melintasi jembatan dengan ceria. Mereka begitu menikmati hadirnya jembatan setinggi 9,5 meter dari permukaan air sungai. Warna-warni cerah juga menghiasi seluruh bagian jembatan, sehingga menarik untuk dijadikan tempat berfoto.

Jembatan kaca yang diberi nama Jembatan Ngalam Indonesia tersebut menjadi ikon baru bagi kota wisata, kota pendidikan, dan kota industri ini. Bahkan, jembatan yang membentang di atas Sungai Brantas ini, diklaim menjadi jembatan kaca pertama di Indonesia.

Jembatan kaca ini merupakan hasil karya dari dua mahasiswa jurusan teknik sipil, Universitas Muhammadyah Malang (UMM), Khairul Ahmad dan Mahatma Aji Pangestu, dengan bimbingan dosen jurusan teknik sipil UMM Lukito Prasetyo.

Dia mengaku, proses membuat desain jembatan memakan waktu sekitar satu minggu saja. Setelah itu, proses pengerjaannya memakan waktu selama empat bulan. "Jembatan ini didesain dengan kemampuan menampung 50 orang. Lebar efektif jembatan mencapai 1,25 meter," ujarnya.

Seluruh desainnya dibuat sendiri. Termasuk, memberikan kesan tegas dan anggun pada jembatan, dengan menambahkan tower setinggi 7 meter di salah satu sisi jembatan, yang juga berfungsi sebagai tambatan kabel baja penguat jembatan.

Kaca yang digunakan untuk lantai jembatan memiliki ketebatalan 2,4 cm, memiliki kekuatan menahan beban hingga 300 kg/m2, atau setara dengan menahan beban 4 orang/m2. "Kami ingin mempersembahkan karya ini untuk warga Kota Malang, semoga jembatan ini menjadi ikon baru di kota ini," katanya.

Wali Kota Malang M Anton mengaku, pembangunan jembatan kaca tersebut didanai dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Inti Dayaguna Aneka Warna. Produsen cat ini sebelumnya juga telah menyalurkan CSR untuk pengecatan kampung wisata.

Kehadiran jembatan kaca ini diharapkan dapat menambah keindahan dua kampung wisata tersebut. "Jembatan ini diharapkan juga mampu mendukung untuk menarik hadirnya wisatawan," kata Anton.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top