alexa snippet

Produk Lokal Kulonprogo Harus Go Internasional

Produk Lokal Kulonprogo Harus Go Internasional
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo melihat produk lokal yang diharapkan mampu bersaing dengan produk asing usai launching PTTM di Saligaluh, Kulonprogo, DIY, Kamis (12/10/2017). Foto/Kuntadi
A+ A-
YOGYAKARTA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo, Provinsi DIY, ingin memajukan produk lokal yang memanfaatkan bahan pangan lokal. Aneka produk telah berhasil dibuat UMKM dan koperasi sebagai produk unggulan daerah yang diharapkan mampu bersaing dengan produk yang sudah ada di pasaran. 

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengatakan pada 2019 bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) akan dioperasionalkan. Bandara harus mampu memberikan peningkatan kesejahteraan  bagi masyarakat. Untuk itulah produk local harus dikembangkan agar mampu bersaing di internasional.  

Saat ini sudah ada beberapa produk lokal yang dikembangkan. Mulai air minum kemasan AirKu, mie instan, gula kelapa hingga teh dan kopi. Produk ini sudah banyak memenuhi pasar tradisional dan pasar modern Tomira.

“Kita memiliki teh dan kopi Menoreh untuk dikembangkan, termasuk coklat,” jelas Hasto pada peresmian Pusat Pengelolaan Teh Menoreh (PTTM) di Ngalihan, Ngargosari, Samigaluh, Kulonprogo, Kamis (12/10/2017).  

Peresmian PTTM ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Gubernud DIY Sultan Hamengkubuwono X bersama dengan Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo. Selain itu juga dilakukan pelepasan merpati putih dan aneka burung ocehan ke alam.

Hasto berencana mengundang ahli kopi, untuk mengembangkan produk kopi yang pas dengan selera pasar. Dia berencana untuk membuat coffe shop di bandara NYIA, ketika nanti beroperasi. Rasa kopi Menoreh cukup unik, dan memiliki citasarasa yang cukup istimewa.

“Kopi Menoreh ini harus bisa bersaing dengan kopi dari Amerika. Caranya kopi yag diolah benar-benar kopi yang tua yang dioleh dengan kualitas,” terang Hasto.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, meminta kopi yang ada jangan hanya mengandalkan kopi robusta dan Arabica. Namun dua varian kopi yang ada di Kulonprogo ini harus dipadukan. Hal ini pula yang sudah dikembangkan di sejulah Negara.

“Toh ketika dicampur susu rasanya juga akan lain,” tutur Sultan.

Tanaman kopi memiliki berbagai perbedaan dalam rasa, karena ditanam dan struktur tanah dan cuaca yang berbeda. Hal inilah yang banyak dilakukan berbagai Negara dalam melakukan perpaduan dari varian kopi. “Ijin Depkes dan packaging harus menarik. Orang akan beli karena kemasannya bagus,” tutur Sultan.

Sultan sendiri melihat tidak ada masalah produk yang ada di Kulonprogo bisa masuk ke bandara. Namun selama ini peran Angkasa Pura adalah meyediakan fasilitas. Sedangkan tenan yang ada biasanya dikelola oleh para pengusaha dan pebisnis.  

“Kita bisa saja mengadvokasi teh ini, tetapi jangan hanya produk teh. Konsumen juga berbeda,” jelasnya.
(rhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top