alexa snippet

104 Taruna AAU Ikuti Latihan Wanatirta

104 Taruna AAU Ikuti Latihan Wanatirta
Sebanyak 95 taruna dan 9 Taruni Akademi Angkatan Udara (AAU) mengikuti latihan wanatirta di Waduk Sermo, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta.Koran SINDO/Kuntadi
A+ A-
KULONPROGO - Sebanyak 95 taruna dan 9 Taruni Akademi Angkatan Udara (AAU) mengikuti latihan wanatirta di Waduk Sermo, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Mereka melakukan latihan bertahan hidup di alam bebas selama dua hari mulai Rabu (13/9/2017) sampai Jumat 15 September 2017, sebagai bagian pendidikan yang wajib diikuti.

Setidaknya ada dua materi pendidikan yang akan diberikan, yakni kemampuan SAR (search and Rescue) dan Sere (Survival, Evation, Resistence and Escape).  “Semuanya ada 104 taruna termasuk 9 Taruni yang ikut latihan wanatirta ini,” jelas Kepala Departemen Matra AAU, Kol Pnb Wibowo Cahyono.

Dalam pelatihan ini dikonsep seperti peperangan. Mereka awalnya naik pesawat, namun tertembak dan banyak yang terjun ke dalam air. Di dalam air inilah mereka akan bertahan hidup dari serangan musuh dari gempuran dari pesawat musuh di daerah lawan.  

Selama satu malam mereka akan bertahan di dalam air tanpa membawa bekal makanan. Mereka harus mampu survival di dalam air, sebelum esok harinya menepi ke darat. Selama di hutan itu pula, mereka akan melakukan survival untuk bertahan hidup tanpa bekal makanan. “Sebelumnya mereka sudah dilatih secara teori, seperti tumbuhan atau hewan apa yang boleh dimakan di alam,” tuturnya.

Para peserta merupakan taruna tingkat tiga dengan pangkat Sersan Mayor Dua Taruna (Serma Datar). Pelatihan ini wajib diikuti setiap taruna di tingkat tiga. Sebelumnya juga ada pelatihan-pelatihan lain hingga nantinya pada puncaknya akan ada pelatihan cakrawana Paksa terkait pengetahuan navigasi.

Setiap peserta yang ikut pelatihan ini sendiri tidak semuanya secara otomatis lulus. Nantinya akan ada penilaian dari tim untuk diberikan kepada para pendamping. Beberapa peserta sendiri merupakan kakak kelas karena saat pelatihan awal tidak lolos karena sesuatu hal. “Harus lolos, kalau tidak lolos nanti harus mengulang,” ujarnya.

Seorang peserta Serma Datar Maulidinasari mengaku senang bisa ikut dalam kegiatan survival di alam. Setidaknya dia akan berharap ada pengalaman tersendiri yang akan menjadi bekal hidup bagi dirinya sebagai seorang penerbang. Apalagi dalam konsep yang ada dibuat dalam suasana penerbangan dan jatuh di laut. “Ini akan menjadi bekal bagi kami, bagaimana nanti bisa bertahan hidup di laut,” tuturnya.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top