alexa snippet

Tabung Elpiji 12 Kg Meledak seperti Bom, 2 Rumah Rusak Parah

Tabung Elpiji 12 Kg Meledak seperti Bom, 2 Rumah Rusak Parah
Keluarga Dewi Ratna Sari melihat rumah yang hancur akibat ledakang tabung gas di Blok D Nomor 6, Perumahan Perumahan Bumi Intan Sari, RT03/RW08, Kelurahan Kampung Bulang, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kepri. Foto/KORAN SINDO/Muhammad Bunga Ashab
A+ A-
TANJUNGPINANG - Warga Perumahan Bumi Intan Sari, RT03/RW08, Kelurahan Kampung Bulang, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), dikagetkan suara ledakan seperti bom dari rumah Dewi Ratna Sari, Blok D Nomor 6, Selasa (12/9/2017) sekitar pukul 03.00. Penyebab ledakan diduga karena tabung elpiji 12 kg bocor sehingga menguap di dalam rumah, lalu disambar api. Akibatnya dua rumah hancur setelah tekanan gas meledakkan rumah Dewi. Namun, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu karena pemilik tidak di rumah.

Tanto, salah seorang korban pemilik rumah Blok D Nomor 8 menyampaikan, saat ledakan terjadi, dia dan keluarganya sedang tertidur pulas. Mereka pun terbangun karena mendengar suara dentuman keras dari rumah tetangganya. Tidak hanya mendengar bunyi ledakan, tiba-tiba atap rumahnya di bagian kamar, dapur, dan ruang tengah runtuh setelah ditimpa batu-batu rumah Dewi. Sontak, Tanto dan keluarganya langsung berhamburan keluar rumah menyelamatkan diri. “Pas dengar bunyi ledakan langsung keluar. Ngeri bunyi ledakannya seperti suara bom meledak,” ujar Tanto saat ditemui di rumahnya.

Dia menduga penyebab ledakan bersumber dari gas elpiji milik Dewi saat ditinggalnya. Kebocoran gas itu menguap di dalam rumah sampai menekan keluar saat disambar api. Pasalnya, saat kejadian Dewi sedang tidak di rumahnya. “Orangnya (Dewi) lagi keluar rumah, sementara air conditioner (AC) hidup dan gas elpiji 12 kg bocor,” ujar Tanto.

Firman Zorensyah, tetangga Dewi lainya pemilik rumah Blok D 4 mendengar suara ledakan seperti bom yang meledak. Awalnya dia mengira suara ledakan itu petir. Setelah terjadi ledakan, alarm mobil warga berbunyi. Firman baru keluar rumah setelah mendengar suara warga berteriak kebakaran. “Warga sudah teriak kebakaran, baru saya keluar rumah. Pas keluar, saya lihat rumah Dewi sudah hancur,” ujar dia.

Dia menuturkan, ledakan tersebut sangat kuat sehingga meluluhlantakkan rumah Dewi. Atap dan dinding rumah bertebaran ke langit lalu menimpa rumah warga sekitar. Firman juga sempat melihat api membakar perabotan rumah Dewi, namun warga dengan cepat memadamkan api. “Saking kuatnya ledakan itu, material rumah terbang semua ke mana-mana,” kata dia.

Mendengar kejadian tersebut, kakak Dewi, Meli langsung mendatangi lokasi kejadian dan melihat rumah adiknya sudah luluh lantak. Dia mengatakan, saat kejadian, Dewi sedang terbang ke Jepang. “Adik saya lagi di Jepang, tadi dapat telepon dari polisi kalau rumah Dewi terbakar,” ujar Meli.

Wakil Kepala Polres Tanjungpinang Kompol Andy Rahmasyah beserta tim identifikasi langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Setelah dilakukan olah TKP, dugaan sementara, ledakan disebabkan kebocoran tabung elpiji 12 kg. Dia menuturkan, gas yang bocor langsung memenuhi seluruh isi ruang rumah, kemudian disambar api. “Bau gasnya masih terasa. Kemungkinan saat gas bocor, seluruh ruangan pengap dan disambar api. Saat kejadian, warga sempat melihat api juga,” ujar Andy di lokasi.

Dia menuturkan, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Ledakan hanya merusak rumah Dewi dan rumah tetangganya Tanto. "Saat ini, kami masih menyelidiki penyebab pasti ledakan rumah tersebut,” ujar Andy.
(mcm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top