alexa snippet

Pilkada Palembang

Popularitas Harnojoyo Teratas Berdasarkan Hasil Survei LSPI

Popularitas Harnojoyo Teratas Berdasarkan Hasil Survei LSPI
Tingkat popularitas Harnojoyo teratas berdasarkan penelitian terbaru Lembaga Survei Politik Indonesia (LSPI) terkait Pilkada Kota Palembang yang akan digelar 2018 mendatang. Foto Harnojoyo bersama warga Palembang/KORAN SINDO
A+ A-
PALEMBANG - Lembaga Survei Politik Indonesia (LSPI) merilis survei terbaru terkait Pilkada Kota Palembang yang akan digelar 2018 mendatang. Survei yang berlangsung pada 2 - 8 September berhasil memetakan tingkat popularitas dan elektabilitas beberapa tokoh yang sudah mensosialisasikan diri untuk maju dalam perhelatan itu. Rilis survei dilakukan di Jakarta, Senin, (11/9/2017).

Peneliti LSPI Rachmayanti Kusumaningtyas menjelaskan temuan pokok survei kali ini yaitu Pertama, Popularitas kandidat sudah cukup tinggi dan jarak elektabilitas antar-kandidat teratas ada dalam arsir margin of error.

Data survei mengkonfirmasi, berdasarkan tingkat popularitas dari 15 nama yang diuji, lima nama teratas saat ini adalah Harnojoyo 91,2%, Sarimuda 80,7%, Mularis Djahri 78,8%, Lury Elza Alex 49,8% dan Fitrianti Agustinda 42,2% .

Kedua, dari sisi elektabilitas, belum ada kandidat yang memperoleh dukungan sangat kuat (>50%). Namun demikian gambaran top of mind tingkat keterpilihan kandidat saat ini menunjukkan data sebagai berikut; Sarimuda 13,3%, Mularis Djahri 10,9% , Harnojoyo 10,2%, Lury Elza Alex 3,2% , Fitrianti Agustinda 1,2% dan Yudha Pratomo Mahyudin 0,8% .

Ketiga, saat menguji elektabilitas 15 nama secara tertutup, didapat data berikut; Mularis Djahri 25,4% menempati posisi teratas disusul lima nama lainnya yaitu Harnojoyo 23,1%, Sarimuda 22,3% , Lury Elza Alex 8,5 %, Fitrianti Agustinda 4,2% dan Yudha Pratomo Mahyudin 1,6 %. Adapun pemilih yang belum menentukan pilihan (Undecided voters) mencapai 10,6 %.

Keempat, berkaitan dengan modal dukungan yang dimiliki masing-masing kandidat, jika dikalkulasi secara keseluruhan, dukungan pemilih militan (strong supporter) semua kandidat baru mencapai 31,5%.

Hal ini menunjukan belum ada kandidat yang secara personal memiliki modal dukungan (die hard) sangat signifikan. Temuan ini mengindikasikan, perpindahan dan perubahan dukungan pemilih sangat mungkin terjadi. Swing Voters atau pemilih mengambang yang masih ragu dengan pilihannya saat survei dilakukan masih sangat tinggi, mencapai 79,4% dari total pemilih.

Rachmayanti menambahkan, dukungan yang dimiliki para kandidat terlihat belum ajeg, atau belum ditopang kuat dengan modal dukungan pemilih militan yang kokoh. "Modal dukungan pemilih militan Mularis Djahri hanya sebesar 9%, dari 25,4% elektabilitasnya. Angka lebih tinggi sedikit dari pemilih militan Harnojoyo yang mencapai 8,5% dari 23,1% elektabilitasnya dan pemilih militan Sarimuda sebesar 8,6% dari 22,3% elektablitasnya," katanya dalam rilisi yang dikirimkan ke SINDOnews, Senin (11/9/2017).

Koordinator wilayah barat LSPI, Muchtar S. Shihab menjelaskan, pihaknya telah melakukan dua kali survei dan akan terus melakukan survei berkala setiap 2 atau 3 bulan. Survei September ini menurut Muchtar memberi gambaran terjadinya kontes yang sengit diantara tiga tokoh yang merupakan veteran Pilkada sebelumnya.

"Pada survei LSPI 28 April sampai 4 Mei 2017 lalu, posisi pertama diduduki Sarimuda dengan elektabilitas sebesar 24,7% kemudian Harnojoyo, 20,9% dan Mularis Djahri, 18,1%. Kini posisi itu berubah, Mularis berada di posisi teratas terpaut amat sangat tipis dengan Harnojoyo, sementara Sarimuda terpelanting ke posisi tiga tapi masih dalam rentang margin of error. Jadi memang terjadi saling salip. Hal ini bisa berlangsung terus kecuali ada perubahan pola kampanye dan pergerakan relawan," ujarnya.

Muchtar menutup pernyataannya dengan menjelaskan populasi survei yaitu seluruh warga Kota Palembang yang sudah berumur 17 tahun lebih atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Jumlah sampel yang ditetapkan sebanyak 820, dengan multisage random sampling.

Adapun margin of error sebesar ± 3,5% pada tingkat kepercayaan 95%. Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah terlatih. Satu pewawancara bertugas untuk satu kelurahan yang terdiri hanya 10 responden.

"Quality control dilakukan secara random sebanyak 20% dari total sampel dilakukan oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih. Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti," tandasnya.
(sms)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top