alexametrics

Pemuda Ini Bongkar Mesin ATM dan Gasak Uang Rp730 Juta

loading...
Pemuda Ini Bongkar Mesin ATM dan Gasak Uang Rp730 Juta
Faizar (34), warga Jalan KH Azhari, Seberang Ulu II, Palembang, didakwa melakukan pembongkaran mesin ATM saat sidang Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Palembang, Rabu (30/8/2017).Koran SINDO/Amizon
A+ A-
PALEMBANG - Faizar (34), warga Jalan KH Azhari, Lorong Taman Bacaan RT 06/05, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Palembang, Sumatera Selatan, didakwa melakukan pembongkaran mesin ATM milik Bank Sumsel Babel saat sidang Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Palembang, Rabu (30/8/2017). Faizar juga menguras uang di dalam mesin ATM yang berisi uang tunai sebesar Rp730.700.000.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Romi Pasolini SH mengatakan, terdakwa bersama saksi M Iqbal Yusuf alias Dedek, Bobi, Anton dan seorang pelaku lagi, pada Sabtu 10 Juni 2017 lalu, sekitar pukul 04.00 WIB, di Jalan MP Mangkunegar, RT 01/01, Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni, telah melakukan pembongkaran terhadap sebuah mesin ATM Bank Sumsel Babel.
"Terdakwa melakukan pembongkaran, perusakan, memanjat hingga mengangkut mesin ATM Bank Sumsel Babel tersebut," ujar JPU dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Berto SH.

Sebelum melakukan aksi kejahatannya, kata Romi, terdakwa bersama rekan-rekannya pada Jumat 9 Juni 2017, sekitar pukul 20.00 WIB, berkumpul di rumah saksi Agus Mahyudin, di Jalan Anggrek, RT 03/07, Kelurahan 14 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II. Kemudian Bobi mengajak rekan-rekannya tersebut untuk melakukan pembongkaran mesin ATM Bank Sumsel Babel di wilayah Kalidoni.



"Komplotan ini sepakat akan membongkar mesin ATM itu. Sekitar pukul 04.00 WIB, mereka berangkat ke lokasi mesin ATM dengan mengendarai mobil Grand Max BG 1830 NL warna silver milik saksi Iqbal alias Dedek. Sesampainya disana terdakwa Faizar, Dedek, Bobi, dan Anton, lalu melakukan pembongkaran mesin ATM Bank Sumsel Babel tersebut," bebernya.

Setelah berhasil mengeluarkan mesin ATM itu, sambung Romi, lantas para pelaku mengangkutnya menuju kediaman saksi Iqbal Yusuf. Selanjutnya mesin ATM tersebut dibuka dengan menggunakan mesin las, hingga akhirnya mesin pun terbuka. "Di dalamnya terhadap uang tunai Rp730.700.000, yang kemudian mereka bagi. Dengan terdakwa Faizar kebagian Rp70 Juta," pungkas JPU.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak