alexametrics

Calon Berkualitas Daya Tarik Pilwalkot Bandung

loading...
Calon Berkualitas Daya Tarik Pilwalkot Bandung
Ketua KPU Kota Bandung Rifki Alimubarok (kanan), Ketua Panwaslu Kota Bandung Farhatun Fauziyah, dan moderator Fajar Wirasubrata dalam Obrolan Teras Sindo, Selasa (29/8/2017). Koran SINDO/Agung Bakti Sarasa
A+ A-
BANDUNG - Ada kekhawatiran terhadap minimnya tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilwalkot Bandung 2018. Karena itu, sosok calon wali kota Bandung 2018 harus benar-benar berkualitas dan memenuhi ekspektasi masyarakat terhadap pengganti Ridwan Kamil.

"Salah satu aspek yang menjadi daya tarik masyarakat (memberikan hak pilihnya) adalah calon yang berkualitas," ungkap Ketua KPU Kota Bandung Rifqi Alimubarok saat Obrolan Teras Sindo (OTS) bertema "Genderang Pilwalkot Bandung Segera Ditabuh" di Kantor Sindo Trijaya FM, Jalan Setiabudhi, Kota Bandung, Selasa (29/8/2017). Hadir juga dalam acara tersebut Ketua Panwaslu Kota Bandung Farhatun Fauziyah dan dipandu moderator Fajar Wirasubrata.

Menurut Rifqi, pihaknya dihadapkan pada kekhawatiran rendahnya partisipasi pemilih. Terlebih, partisipasi pemilih di kota-kota besar, seperti Kota Bandung, kecenderungannya terus menurun. Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong partai politik (parpol) untuk menghadirkan bakal calon wali kota Bandung berkualitas lewat rekruitmen yang terbuka dan transparan, sehingga masyarakat bisa menilai langsung kapasitas calon pemimpinnya.



"Kedua, kami juga melakukan sosialisasi yang masif, informatif, dan kreatif, sehingga masyarakat mengetahui tahapan pilwalkot, cara memilih, waktu memilih, lokasi memilih, hingga tata cara memilih agar masyarakat mudah memberikan hak pilihnya," papar Rifqi.

Meskipun khawatir partisipasi pemilih menurun, namun pihaknya menargetkan, partisipasi pemilih di Pilwalkot Bandung 2018 minimal tercapai 60%. Bahkan, pihaknya akan berupaya menggenjot partisipasi pemilih hingga 70%.

"Kalau target nasional itu 75%. Nah Kota Bandung minimal 60%, tapi kita coba upayakan maksimal 70%. (Pilwakot) 2013 lalu (partisipasi pemilih) juga 60% karena kondisi masyarakat kita yang banyak mengalami dinamika perubahan," paparnya.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Kota Bandung Farhatun Fauziyah menyatakan, pihaknya siap mengawasi jalannya pelaksanaan Pilwalkot Bandung 2018. Sebagai lembaga yang netral, pihaknya pun siap memberikan jaminan netralitas dari seluruh jajaran Panwaslu Kota Bandung.

"Kita pastikan bahwa Panwaslu adalah lembaga penyelenggara yang netral dan tidak berafiliasi dengan parpol mana pun. Karena netral, semua permasalahan akan kita hadapi. Kalau ada pelanggaran, acuannya adalah aturan," tegas Farhatun.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak