alexametrics

Deddy Mizwar: Kalau Tidak Mampu Bantu Elektabilitas, Minimal Jangan Bawa Perkara

loading...
Deddy Mizwar: Kalau Tidak Mampu Bantu Elektabilitas, Minimal Jangan Bawa Perkara
Deddy Mizwar. Foto/Dok SINDO
A+ A-
BANDUNG - Bakal calon gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar tidak akan mempersoalkan elektabilitas calon pendampingnya di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2018, asalkan pendampingnya memiliki integritas dan tak pernah berurusan dengan hukum.

"Kalau tidak bisa membantu secara elektabilitas, minimal jangan bawa perkara, itu saja. Begitu simpel kan, sederhana. Elektabilitas enggak bisa bantu malah bawa perkara kan salah," kata Deddy seusai diskusi bertajuk "Ekspektasi Kaum Muda Terhadap Kepemimpinan Jawa Barat Masa Depan" yang digelar Forum Diskusi dan Aksi Kaum Muda (Foros Muda) Jabar di kawasan Jalan Merak, Kota Bandung, Senin (14/8/2017).

Selain sosok yang 'bersih' itu, Deddy pun mendambakan sosok pendamping yang mampu berkomunikasi dengan baik dan lugas kepada politisi maupun masyarakat Jabar umumnya, terutama untuk memahami berbagai persoalan yang dialami masyarakat. "Sehingga, persoalan yang dialami masyarakat, seperti pengangguran, kemiskinan bisa diatasi segera," katanya.



Lebih jauh Deddy mengatakan, dirinya menantikan sikap partai politik (parpol) terkait pasangan calon yang akan diusungnya. Sebagai bakal calon yang digadang-gadang akan diusung PKS dan Gerindra, Deddy pun berharap, Gerindra dan PKS segera mendeklarasikan pengusungan calon gubernur dan calon wakil gubernur Jabar.

"Tunggu saja, dalam waktu dekat ini ada kepastian yang lebih bisa dipercaya, sehingga bisa langsung mengadakan persiapan-persiapan yang dibutuhkan. Sebab, jika kita lihat, semuanya kan masih cair," tuturnya.

Meski berdasarkan komunikasi terakhir dengan Gerindra dan PKS dirinya akan dipasangkan dengan Ahmad Syaikhu, menurutnya hal belum dapat dipastikan. Deddy menegaskan, selama belum ada surat keputusan dan deklarasi, semuanya masih bisa berubah.

"Bukannya sepihak mengklaim itu (dipasangkan dengan Ahmad Syaikhu) pasti, tidak. Makanya enggak pernah bilang 100%, saya bilang malah 99,9% karena yang 0,1% bisa mengubah segalanya. Jangan ditanggapi secara reaktif."
(zik)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak