alexametrics

Gunung Karangetang dan Soputan Waspada

loading...
Gunung Karangetang dan Soputan Waspada
Gunung Soputan, Sulawesi Utara. Foto/IST
A+ A-
MANADO - Dua gunung di Sulawesi Utara, Gunung Karangetang dan Soputan masuk kategori di level II atau waspada. Saat ini, aktivitas kedua gunung berapi tersebut masih belum stabil.

Yudia Prama Tatipang, staf pemantau Gunungapi Karangetang, Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), melaporkan, masyarakat di sekitar Gunung Karangetang dan pengunjung maupun wisatawan tidak diperbolehkan mendaki dan beraktivitas pada radius 1,5 km dari kawah aktif dan perluasan ke sektor Selatan, Tenggara, Barat dan Baratdaya sejauh 2,5 km.

“Masyarakat juga diminta mewaspadai guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu dari material hasil erupsi 2015 karena kondisinya belum stabil dan mudah runtuh, terutama ke sektor Selatan, Tenggara, Barat dan Baratdaya,” katanya.



Tak hanya itu, kata dia, masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang selama musim hujan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman lahar hujan dan banjir bandang, terutama di sepanjang bantaran kali Batuawang hingga ke pantai.

Sementara itu, peringatan yang sama berlaku juga bagi masyarakat di sekitar kawasan Gunungapi Soputan di Minahasa Tenggara. Masyarakat agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari puncak Gunung Soputan dan dalam wilayah sektor arah barat-baratdaya sejauh 2,5 km yang merupakan daerah bukaan kawah, guna menghindari ancaman leleran lava dan awan panas guguran.

Masyarakat juga diminta mewaspadai terjadinya ancaman aliran lahar, terutama pada sungai-sungai yang berhulu di sekitar lereng Gunung Soputan, seperti sungai Ranowangko, LawianPopang dan sungai Londola Kelewahu.

"Jika terjadi hujan abu, masyarakat dianjurkan menggunakan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi terhadap gangguan saluran pernapasan," imbaunya.
(rhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak