Sengketa Lahan di Bogor dan Depok, Partai Perindo Harapkan Langkah Bijak, Jangan Rugikan Rakyat
Senin, 09 Oktober 2023 - 11:25 WIB
loading...
Juru Bicara Nasional Partai Perindo Yerry Tawalujan menyoroti beberapa konflik sengketa lahan antara warga dan pihak lain yang terjadi di Bogor dan Depok. Foto: MPI/Dok
A
A
A
JAKARTA - Juru Bicara Nasional Partai Perindo Yerry Tawalujan menyoroti beberapa konflik sengketa lahan antara warga dan pihak lain yang terjadi di daerah penyangga Jakarta, seperti Bogor dan Depok, Jawa Barat.
Menurut Yerry, dalam konflik sengketa lahan ini tidak boleh warga terzalimi. Lalu, hak rakyat atas tanah harus dihormati jika ada bukti kepemilikan.
"Kami menyayangkan terjadinya beberapa konflik lahan antara rakyat dan penguasa. Hak rakyat atas tanah harus dihormati dan dilindungi, apalagi jika mereka dapat menunjukkan bukti kepemilikan yang sah. Jangan zalimi rakyat," ujar Yerry kepada wartawan, Senin (9/10/2023).
Baca Juga: RUU ASN Disahkan, Partai Perindo Apresiasi Pemerintah Tak PHK Massal Tenaga Honorer
Yerry, yang juga merupakan Bacaleg DPR RI Dapil Sulawesi Utara ini menegaskan, konflik agraria yang terjadi antara warga sebagai pemilik lahan dengan pihak lain harus diselesaikan dengan bijaksana.
Ia meminta harus ada solusi yang juga menguntungkan warga. "Intinya jangan sampai rakyat dirugikan," lanjutnya.
Seperti diberitakan, konflik lahan antara warga dengan pihak lain tidak hanya terjadi di Rempang, Kepulauan Riau, tetapi juga di beberapa daerah.
Menurut Yerry, dalam konflik sengketa lahan ini tidak boleh warga terzalimi. Lalu, hak rakyat atas tanah harus dihormati jika ada bukti kepemilikan.
"Kami menyayangkan terjadinya beberapa konflik lahan antara rakyat dan penguasa. Hak rakyat atas tanah harus dihormati dan dilindungi, apalagi jika mereka dapat menunjukkan bukti kepemilikan yang sah. Jangan zalimi rakyat," ujar Yerry kepada wartawan, Senin (9/10/2023).
Baca Juga: RUU ASN Disahkan, Partai Perindo Apresiasi Pemerintah Tak PHK Massal Tenaga Honorer
Yerry, yang juga merupakan Bacaleg DPR RI Dapil Sulawesi Utara ini menegaskan, konflik agraria yang terjadi antara warga sebagai pemilik lahan dengan pihak lain harus diselesaikan dengan bijaksana.
Ia meminta harus ada solusi yang juga menguntungkan warga. "Intinya jangan sampai rakyat dirugikan," lanjutnya.
Seperti diberitakan, konflik lahan antara warga dengan pihak lain tidak hanya terjadi di Rempang, Kepulauan Riau, tetapi juga di beberapa daerah.
Lihat Juga :