alexa snippet

Jalani Asimilasi, Napi Nusakambangan Diduga Kabur

Jalani Asimilasi, Napi Nusakambangan Diduga Kabur
Seorang napi penghuni Lapas Kelas IIA Permisan, Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, bernama Kadarmono (46) diduga kabur saat jalani asimilasi. Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
SEMARANG - Seorang napi penghuni Lapas Kelas IIA Permisan, Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, bernama Kadarmono (46) diduga kabur.

Pasalnya, warga Kelurahan Sekaran, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang itu sejak Senin (20/6/2017) hingga Selasa (20/6/2017) ini belum kembali.

Hal itu dibenarkan Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Jawa Tengah, Djoni Priyatno.

"Masih diselidiki, sampai sekarang belum kembali," kata Djoni saat dihubungi Koran SINDO via telepon selulernya, Selasa (20/6/2017) siang.

Informasi yang dihimpun, Kadarmono adalah terpidana kasus perampokan alias masuk pidana umum. Dia dipidana 14 tahun penjara, baru bebas 2021 mendatang. Karena sudah lebih dari setengah masa hukuman dijalani, dia mengikuti program asimilasi.

Program yang diikutinya adalah peternakan sapi di Lapas Permisan. Pada Senin (19/6/2017) saat apel siang, dia tidak ada. Tak hanya Kadarmono, namun sapi-sapinya yang biasa digembalakan juga tidak ada.

Petugas kemudian melakukan pencarian. Namun, yang ditemukan hanya sapi-sapi gembalaan Kadarmono di hutan tak jauh dari Lapas.

Petugas belum bisa memastikan apakah Kadarmono murni kabur atau ada sebab lain. "Kami terus cek ulang. Apakah yang bersangkutan kabur atau ada hal lain," lanjut Djoni.

Dia menyebut, status Kadarmono belum ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO). "Kalau sudah 2 x 24 jam baru DPO," tutupnya.

 
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top