alexa snippet

Puskesmas Mertoyudan I Dilengkapi Kilinik TB

Puskesmas Mertoyudan I Dilengkapi Kilinik TB
Seorang warga masyarakat saat melihat ruang Klinik TB yang terdapat di Puskesmas Mertoyudan I, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Senin (19/6/2017). Koran SINDO/Eko Susanto
A+ A-
MAGELANG - Puskesmas Mertoyudan I di Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, dilengkapi dengan klinik Tuberkulosis (TB). Untuk di tingkat Kabupaten Magelang, ini merupakan pertama kalinya puskesmas yang bisa melayani pasien TB dan dilengkapi laboratorium yang memadai.

Kepala Puskesmas Mertoyudan I dr Oktara Kunto Edhy mengatakan, latar belakang klinik TB di puskesmas ini karena angka penemuan kasus TB di Mertoyudan selama 3 tahun ini masih rendah. Targetnya sebesar 70%, namun ditemukan baru sekitar 10-20%.

“Kita prihatin dengan ini, kemudian melakukan analisis, pertama belum ditangani. Atau sebaliknya, kurang ditemukan, bisa juga pasien tidak berobat,” kata Kunto, Senin (19/6/2017).

Klinik TB di Puskesmas Mertoyudan I diresmikan pada 8 Juni 2017. Klinik ini dilengkapi dengan ruang pemeriksaan, pendaftaran khusus, ruang dahak dan laboratorium. Keberadaan klinik TB ini sudah disosialisasi di lima desa yang menjadi wilayah kerja Puskesmas I Mertoyudan, yaitu Desa Banyurojo, Mertoyudan, Sumberejo, Danurejo, dan Donorojo.

“Selama ini klinik TB adanya di rumah sakit, tapi Puskesmas Mertoyudan I telah ada. Selain melakukan sosialisasi kepada warga masyarakat, kami juga telah membentuk kader TB di Desa Donorojo sebanyak 25 orang,” katanya.

Paramedis E Kristin Handayani menambahkan, untuk di Desa Donorojo ada 25 orang kader TB yang bertugas untuk mencari pasien TB di desa tersebut. Kemudian, untuk setiap desa lainnya ada 2 orang. “Sejak diresmikan sampai sekarang sudah ada 6 pasien yang memeriksakan diri. Enam pasien ini masih suspect atau terduga,” ujarnya.

Untuk pasien TB di Puskesmas Mertoyudan I, katanya, pasien yang sudah terdiagnosa TBC akan langsung dipisah dan dilayani di ruangan tersendiri. Terdapat fasilitas khusus untuk penanganan, yakni ruang berdahak dan laboratorium. “Karena kalau tidak dipisah, akan rentan menularkan virus TBC itu ke pasien lainnya,” katanya.

Sementara itu, seorang pasien, Paryono (60), warga Desa Donorojo, Kecamatan Mertoyudan mengaku, sudah menjalani pengobatan di klinik TB Puskesmas Mertoyudan I sejak 6 bulan terakhir. “Sebelumnya saya berobat di Kota Magelang, tapi karena ada yang lebih dekat jadi saya berobat ke sini (Puskesmas Mertoyudan I). Selama ini, saya berobat gratis karena menggunakan Jamkesda,” tuturnya.



(wib)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top