alexametrics

Pangandaran Butuh SPPBE Agar Harga Gas Elpiji 3 Kilogram Terkendali

loading...
Pangandaran Butuh SPPBE Agar Harga Gas Elpiji 3 Kilogram Terkendali
Warga sedang menggunakan elpiji 3 kilogram (Kg). Hiswanamigas Kabupaten Pangandaran berharap didirikan SPPBE agar harga elpiji 3 Kg bisa terkendali. Koran SINDO/Syamsul Ma'arif
A+ A-
PANGANDARAN - Perwakilan Hiswanamigas Kabupaten Pangandaran Agus Koswara mengatakan, untuk mengendalikan peredaran dan harga elpiji 3 Kilogram (Kg), perlu dibangun Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) di Pangandaran. Sebab, saat ini SPPBE yang menyalurkan elpiji 3 Kg ke Kabupaten Pangandaran dari SPPBE Desa Batununggul, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar.

"Dari kedua SPPBE tersebut menyalurkan ke 9 agen dan 103 pangkalan gas elpiji 3 Kg se-Kabupaten Pangandaran. Seandainya di Kabupaten Pangandaran berdiri SPPBE, harganya elpiji 3 Kg akan terkendali dan terhindar dari rumor kelangkaan yang selama ini dikeluhkan oleh masyarakat," kata Agus, Jumat (16/6/2017).

Berdasarkan SK Bupati Nomor 510.23/Kpts.224-Huk/2017 untuk pangkalan yang jaraknya di atas 60 kilometer dari SPPBE harga elpiji 3 Kg Rp.17.400. Sedangkan untuk pangkalan yang jaraknya di bawah 60 kilometer dari SPPBE harga elpiji 3 Kg Rp.16.900.

Agus menegaskan, pendistribusian ke agen dan pangkalan saat ini sudah sesuai dengan aturan dan kesepakatan. Ada pun di lapangan masyarakat mengeluh kelangkaan dan harganya mahal, harus dilakukan uji petik lapangan. "SA reguler per hari ke agen dan pangkalan sebelum Ramadan rata-rata 21 ton. Setelah Ramadan menjelang Idul Fitri ada penambahan kuota sebanyak 50% dari pengiriman biasa," ujar Agus.

Sementara salah satu warga Blok Bulakrandu, Dusun Pasirkiara, Desa Karangbenda, Kecamatan Parigi Dani Sutisna mengaku, kelangkaan dan mahalnya elpiji 3 kilogram merupakan masalah klasik.

Sebagai masyarakat, Dani mendorong untuk Kabupaten Pangandaran segera didirikan SPPBE agar persoalan gas elpiji 3 kilogram terkendali. "Harus ada kesepakatan antara pemerintah daerah dan pertamina untuk menyelesaikan persoalan ini," katanya.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak