5 Fakta Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya, Mengenang Perjuangan Pahlawan Revolusi

Jum'at, 29 September 2023 - 14:24 WIB
loading...
5 Fakta Monumen Pancasila...
Monumen Pancasila Sakti dibangun untuk mengenang para pahlawan revolusi yang gugur dalam tragedi G30S PKI. Foto/Dok. SINDOnews
A A A
JAKARTA - Monumen Pancasila Sakti dibangun untuk mengenang para pahlawan revolusi yang gugur pada tragedi G30S PKI tahun 1965. Banyak sejumlah fakta menarik dari berdirinya monumen ini.

Monumen Pancasila Sakti terletak di kompleks yang dikelola oleh Pusat Sejarah TNI. Di lokasi tersebut menyimpan bangunan-bangunan bersejarah yang dilestarikan keasliannya.

Berikut sejumlah fakta menarik dibalik berdirinya Monumen Pancasila Sakti.

Fakta Monumen Pancasila Sakti


1. Berlokasi di Komplek Lubang Buaya


Monumen Pancasila Sakti terletak di Jalan Raya Pondok Gede RT1/RW2, Desa Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Monumen ini didirikan sebagai penghormatan kepada petinggi TNI Angkatan Darat yang tewas dalam Peristiwa Gerakan 30 September 1965 Partai Komunis Indonesia (G30S PKI).

Baca Juga Wisata Museum Lubang Buaya, Fasilitas, dan Harga Tiketnya

Kompleks yang dikelola oleh Pusat Sejarah TNI ini memiliki bangunan-bangunan bersejarah yang masih dalam kondisi asli. Termasuk rumah-rumah tua yang digunakan dalam operasi pembunuhan petinggi-petinggi Angkatan Darat selama peristiwa G30S PKI.

2. Diprakarsai oleh Presiden Soeharto


Berdirinya Monumen Pancasila Sakti merupakan gagasan dari Presiden Soeharto. Adapun tujuan pembangunan monumen untuk mengenang perjuangan Pahlawan Revolusi dalam mempertahankan ideologi Pancasila dari ancaman ideologi komunis di Republik Indonesia.

Baca Juga 6 Tempat Saksi Bisu Peristiwa G30S PKI di Jakarta, Nomor 5 Paling Terkenal dan Lengkap

Monumen Pancasila Sakti mulai dibangun di area dengan luas tanah mencapai 14,6 hektare yang semula merupakan kebun kosong yang juga terdapat rawa - rawa. pada Agustus 1967 dan diresmikan pada tanggal 1 Oktober 1973.

3. Sebagai Lokasi Wisata Bersejarah


Monumen Pancasila Sakti saat ini dijadikan sebagai kawasan wisata sejarah untuk masyarakat Indonesia. Hingga saat ini Monumen Pancasila Sakti sering dikunjungi oleh siswa sekolah untuk wisata edukasi untuk mengenang jasa para pahlawan revolusi yang gugur oleh tentara PKI.

4. Monumen 7 Pahlawan Revolusi


Monumen Pancasila Sakti didirikan untuk mengenang pahlawan revolusi yang telah gugur. Terdapat patung yang menggambarkan pahlawan revolusi yang gugur dalam Gerakan 30 September 1965. Adapun ketujuh Pahlawan Revolusi adalah:

Baca Juga Letkol Untung, Sosok Komandan Cakrabirawa yang Jadi Aktor G30S PKI

1. Panglima Angkatan Darat Letjen TNI Ahmad Yani
2. Mayjen TNI R. Suprapto
3. Mayjen TNI M.T. Haryono
4. Mayjen TNI Siswondo Parman
5. Brigjen TNI DI Panjaitan
6. Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo
7. Lettu Pierre Tendean

5. Terdapat Bangunan dan Diorama Peristiwa G30S PKI


Dilansir dari laman Kemendikbud, Kompleks Museum berdirinya Monumen G30S PKI memiliki beberapa bangunan bersejarah, seperti rumah-rumah tua yang digunakan untuk operasi pembunuhan petinggi angkatan darat pada peristiwa G30S PKI.

Adapun bangunan-bangunannya sebagai berikut:

- Bangunan bernama "Rumah Penyiksaan". Bagian beranda depan rumah digunakan sebagai ruang penggambaran penyiksaan para petinggi TNI AD dengan patung-patung berukuran sebenarnya (real-life).

- Bangunan rumah tua yang digunakan sebagai Pos Komando pasukan pembunuh para petinggi TNI AD. Rumah ini beserta perabotnya masih dilestarikan mendekati kondisinya ketika peristiwa G30S/PKI

- Bangunan rumah tua berdinding gedek (anyaman bambu). Bangunan rumah tua ini beserta perabotnya dilestarikan kondisinya menyerupai kondisi ketika digunakan sebagai dapur umum pada peristiwa G30S/PKI.

- Patung-patung di rumah penyiksaan, diorama pada Museum Pengkhianatan PKI, dan informasi yang disajikan pada diorama tersebut, merupakan penggambaran kekerasan yang vulgar atas tragedi G30S PKI.

Demikian informasi mengenai 5 fakta Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya. Semoga bermanfaat.
(okt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Time Magazine Nobatkan...
Time Magazine Nobatkan House of Tugu Jakarta World’s Greatest Places 2026
Misteri Lubang Buaya:...
Misteri Lubang Buaya: Antara Sejarah Kelam dan Kisah Gaib
Mengulas Kembali Tragedi...
Mengulas Kembali Tragedi Kelam Lubang Buaya: Fakta yang Terjadi
Rekomendasi
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas...
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas di Tengah Tarik-Menarik Kepentingan Laut China Selatan
Kontroversi VAR! Kane...
Kontroversi VAR! Kane Gagal Dapat Penalti, Alan Shearer Naik Pitam
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Tegaskan Komitmen Tata Kelola Guna Jaga Kepercayaan Nasabah
Berita Terkini
Polda Metro Jaya: Korban...
Polda Metro Jaya: Korban Penipuan Hanania Travel Capai 1.430 Orang
PN Jaktim Tutup Area...
PN Jaktim Tutup Area Parkir Jelang Sidang Perdana Dokter Tifa Besok
TMII: Temuan Benda di...
TMII: Temuan Benda di Anjungan Sumbar Bukan Bom Tapi Mortir Peninggalan Lama
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Kapolri Bedah Rumah Guru Ngaji Tak Layak Huni di Palembang
Perkuat Kerja Sama Perbatasan...
Perkuat Kerja Sama Perbatasan RI-Malaysia, Ditjen Bina Adwil Kenalkan Bridge System
Ratusan Peserta Ramaikan...
Ratusan Peserta Ramaikan AllPack Surabaya dan East Beauty Pack Expo 2026
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved