alexa snippet

Reaktivasi Rel Kereta Api Pangandaran-Banjar Masuk Daftar Tunggu Panjang

Reaktivasi Rel Kereta Api Pangandaran-Banjar Masuk Daftar Tunggu Panjang
Salah satu jalur rel kereta api Pangandaran-Banjar yang telah mati selama puluhan tahun. Koran SINDO/Syamsul Ma'arif
A+ A-
PANGANDARAN - Reaktivasi jalur rel kereta api Pangandaran-Banjar terbentang sepanjang 80 Kilometer (Km) masuk kategori daftar tunggu panjang. Sebab, sebanyak 75% jalur kereta api dan lahan milik PT KAI berada pada status sewa yang sebagian besar menjadi hunian warga dan perkantoran.

"Jalur kereta api Pangandaran-Banjar saat ini belum menjadi skala prioritas, lantaran dinilai belum bisa memenuhi unsur secara ekonomis. Jadi untuk melakukan reaktivasi jalur rel kereta api perlu dilakukan restruktural dan penataan lahan," kata Kepala Bidang Penyelamatan, Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran, Darma, Jumat (2/6/2017).

Dia menambahkan, penghitungan secara matematis, anggaran untuk melakukan reaktivasi dan restruktural serta penataan lahan sangat tinggi. Sedangkan untuk mendapat keuntungan dari investasi tersebut akan lama. "Namun jika wacana reaktivasi rel kereta api Pangandaran-Banjar dilakukan, besar kemungkinan hanya untuk fasilitas dan sarana kerata wisata saja," papar Darma.

Seorang warga Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Maman Budi Rahayu (22) mengatakan, kebutuhan transportasi kereta api di Pangandaran sangat dibutuhkan. Apalagi beberapa tahun ke depan akan ada pelabuhan samudra di Pangandaran, sehingga perlu moda transportasi massal pengangkut barang berkapasitas berat.

“Jika barang berat atau hasil bumi tersebut diangkut melalui darat akan mempercepat kerusakan jalan. Kami sebagai masyarakat sangat mendorong dan setuju dilakukan reaktivasi jalur rel kereta api, selain sebagai salah satu penunjang pariwisata juga sebagai kebutuhan aktivitas perekonomian warga," pungkasnya.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top