Bantu Tangani Stunting, Gardu Ganjar Bagikan Makanan Bergizi
Senin, 11 September 2023 - 07:56 WIB
loading...
Relawan Gardu Ganjar memberikan bantuan paket bahan makanan bergizi di Desa Caringin, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Minggu (10/9/2023). Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
TANGERANG - Gerakan Rakyat Desa untuk Ganjar (Gardu Ganjar) turun tangan membantu program penurunan angka stunting di Banten. Mereka memberikan bantuan paket bahan makanan bergizi di Desa Caringin, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang.
"Hari ini kami dari relawan Gardu Gangar Provinsi Banten melakukan kegiatan penurunan stunting di wilayah Caringin Kecamatan Legok," kata Ketua Gardu Ganjar Ahmad Wahyudin Nasyar, Minggu (10/9/2023).
Dikutip dari laman Kemenkes.go.id, menurut WHO pada 2015, stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Hal ini ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar.
Definisi stunting kemudian diperbaharui pada 2020 menjadi kondisi pendek atau sangat pendek berdasarkan tinggi badan menurut usia yang kurang dari -2 standar deviasi (SD) pada kurva pertumbuhan WHO.
Pada intinya, stunting disebabkan oleh kondisi irreversibel akibat asupan nutrisi yang tidak adekuat dan/atau infeksi berulang atau kronis yang terjadi dalam 1.000 hari pertama kehidupan (HPK).
"Hari ini kami dari relawan Gardu Gangar Provinsi Banten melakukan kegiatan penurunan stunting di wilayah Caringin Kecamatan Legok," kata Ketua Gardu Ganjar Ahmad Wahyudin Nasyar, Minggu (10/9/2023).
Dikutip dari laman Kemenkes.go.id, menurut WHO pada 2015, stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Hal ini ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar.
Definisi stunting kemudian diperbaharui pada 2020 menjadi kondisi pendek atau sangat pendek berdasarkan tinggi badan menurut usia yang kurang dari -2 standar deviasi (SD) pada kurva pertumbuhan WHO.
Pada intinya, stunting disebabkan oleh kondisi irreversibel akibat asupan nutrisi yang tidak adekuat dan/atau infeksi berulang atau kronis yang terjadi dalam 1.000 hari pertama kehidupan (HPK).
Lihat Juga :