alexa snippet

Udang Vaname Pelecut Kemajuan Matra

Udang Vaname Pelecut Kemajuan Matra
Presiden Joko Widodo (dua dari kanan) saat mencanangkan pengembangan udang vaname di Kabupaten Mamuju Utara bersama Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono (tiga dari kanan). Foto/Dok. Pemkab Mamuju Utara
A+ A-
MATRA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju Utara (Matra), Sulawesi Barat (Sulbar) berkomitmen untuk terus mengembangkan udang vaname sebagai salah satu komoditi andalan di daerah tersebut, selain sawit dan padi.

Bupati Matra, Agus Ambo Djiwa pun berjanji terus mengundang para investor untuk berinvestasi di Matra untuk pengembangan komoditi itu. “Kami akan mengundang investor agar tambak masyarakat seluas 13.000 hektare ini bisa terkelola dengan cepat dan hasilnya pun bisa segera dinikmati oleh masyakarat,” katanya.

Menurut Agus budidaya udang Vaname ini mulai digarap sejak 2014. Dia pun sangat bangga karena hasil panen satu hektar bisa menghasilkan 15 ton udang vaname. Ia menyebutkan, produksi yang meningkat setiap tahunnya tentu akan memberikan kontribsi positif terhadap perekonomian petani.

Apalagi, kondisi pemasaran udangVaname baik dalam negeri maupun luar negeri saat ini sangat menjanjikan dan diterima baik di pasaran. ”Mamuju Utara akan kita jadikan sentra produksi udang Vaname di Indonesia ini, sehingga pelan-pelan sebagai pemerintah daerah kita meminta perhatian pemerintah pusat, sebab tanpa dukungan pemerintah pusat tidak akan mungkin bisa berhasil secara maksimal,” kata Agus.

Diketahui, Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) telah mencanangkan pengembangan udang vaname sebagai salah satu program nasional di daerah pecahan Kabupaten Mamuju itu. Semua pihak pun menyambut positif dan optimistis program tersebut bisa direalisasikan, jika dikelola secara sungguh-sungguh, karena sangat menjanjikan demi kesejahteraan masyarakat.

Pejabat Gubernur Sulbar, Irjen Pol Carlo Brix Tewu juga meyakini, komoditi udang vaname bisa menjadi salah satu pelecut kemajuan daerah. “Udang vaname di Matra ini bisa menjadi komoditi unggulan dan sumber pendapatan utama masyarakat kabupaten, selain sawit dan tanaman padi,” ungkapnya saat meninjau salah satu areal pengembangan udang Vaname di Matra, baru baru ini. Apalagi katanya, potensi tambak sangat menjanjikan karena satu hektare bisa menghasilkan Rp1,5 miliar.

Anggota DPRD Matra, Ikram Ibrahim juga mengaku optimistis komoditi udang vaname mampu menyejahterakan masyarakat Matra jika dikelola dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, kalau pengelolaanya bagus, empat petak itu bisa menghasilkan sekitar 8 ton udang, dan panennya tiga kali sebulan, dengan harga mencapai Rp100.000 per kilo, bayangkan berapa uang yang bisa dihasilkan masyarakat dalam sebulan. “Empat petak itu kira-kira setengah hektare lebih. Usaha ini sangat menjanjikan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Matra,” ujarnya.

Dia pun berharap, Pemkab Matra benar-benar serius dalam menjalankan program ini, dengan memberikan alokasi anggaran memadai. Sebab tahun 2017, berdasarkan hasil pembahasan di DPRD, alokasi anggaran untuk Dinas Kelautan Matra, termasuk program udang vaname ini hanya mencapai Rp3 miliar.

Sebelumnya, Dirjen Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan, memberikan bantuan berupa Kincir air sebanyak 410 unit, dan mesin pompa air sebanyak 10 unit kepada petambak Matra, khususnya petani tambak di Kecamatan Sarjo. Bantuan ini sebagai realisasi janji Kementerian Kelautan dan Perikanan, kepada Bupati Matra Agus Ambo Djiwa, beberapa waktu lalu.

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana budidaya udang vaname, Dinas Kelautan dan Perikanan Matra, Slamet Raharjo, Januari lalu menjelaskan, fungsi kincir air itu sebagai penyuplai oksigen di dalam perairan tambak, kemudian membantu dalam proses pencampuran karakteristik antara perairan tambak lapisan atas dan bawah.

Selain itu, untuk membantu proses pemupukan air serta mengarahkan kotoran dasar tambak ke arah sentral pembuangan, sehingga memudahkan proses pembersihan dasar tambak dan pada saat pengoperasian kincir air. “Putaran-putaran air yang dihasilkan dapat dijadikan sebagai salah satu indikator tingkat kestabilan kualitas air di dalam tambak,” ujarnya.



(poe)
loading gif
Top