BMKG Ungkap Cara Kerja Water Mist Generator Atasi Polusi Udara Jakarta
Senin, 04 September 2023 - 10:48 WIB
loading...
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menggunakan water mist generator untuk mengatasi polusi udara di Ibu Kota. Foto/ANTARA
A
A
A
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menggunakan water mist generator untuk mengatasi polusi udara di Ibu Kota. Water mist generator ini digunakan untuk penyemprotan air dari atas gedung-gedung.
Perekayasa Utama Teknologi Modifikasi Cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tri Handoko Seto pun mengungkapkan cara kerja dari water mist generator untuk mengatasi polusi udara di Jakarta.
Baca juga: Heru Budi Wajibkan Swasta Pasang Water Mist, Biaya Ditanggung Masing-masing
Sebelumnya, Handoko menjelaskan bahwa secara teori, dunia mengakui, bahwa cara untuk mengurangi polutan itu dengan mekanisme menggulung polutan supaya dia jatuh ke permukaan. “Metodenya bermacam-macam tapi umumnya adalah dengan menggunakan air, yang paling efektif air hujan,” ujarnya dikutip dari media sosial resmi BMKG, Senin (4/9/2023).
Persoalannya, kata Handoro, ketika musim kemarau hujan sulit dijumpai. Bahkan, ketika melakukan teknologi modifikasi cuaca (TMC) yakni dengan melakukan penyemaian awan-awan hanya beberapa kali terjadi hujan di pinggir-pinggir Jakarta. Hujan juga tidak terlalu besar di Bogor sehingga tidak signifikan untuk menyelesaikan persoalan polusi udara ini.
Perekayasa Utama Teknologi Modifikasi Cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tri Handoko Seto pun mengungkapkan cara kerja dari water mist generator untuk mengatasi polusi udara di Jakarta.
Baca juga: Heru Budi Wajibkan Swasta Pasang Water Mist, Biaya Ditanggung Masing-masing
Sebelumnya, Handoko menjelaskan bahwa secara teori, dunia mengakui, bahwa cara untuk mengurangi polutan itu dengan mekanisme menggulung polutan supaya dia jatuh ke permukaan. “Metodenya bermacam-macam tapi umumnya adalah dengan menggunakan air, yang paling efektif air hujan,” ujarnya dikutip dari media sosial resmi BMKG, Senin (4/9/2023).
Persoalannya, kata Handoro, ketika musim kemarau hujan sulit dijumpai. Bahkan, ketika melakukan teknologi modifikasi cuaca (TMC) yakni dengan melakukan penyemaian awan-awan hanya beberapa kali terjadi hujan di pinggir-pinggir Jakarta. Hujan juga tidak terlalu besar di Bogor sehingga tidak signifikan untuk menyelesaikan persoalan polusi udara ini.
Lihat Juga :