Kronologi Puluhan Pasien Rehab Narkoba di Tangsel Ngamuk
Minggu, 03 September 2023 - 20:47 WIB
loading...
Tempat rehabilitasi narkoba, Jalan Ir H Juanda, Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel) melihat jenderal yang dirusak puluhan pasien rehab narkoba yang berusaha melarikan diri. FOTO/MPI/HAMBALI
A
A
A
JAKARTA - Puluhan pasien di tempat rehabilitasi narkoba , Jalan Ir H Juanda, Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel), mengamuk pada Sabtu dini hari, 2 September 2023. Mereka mengikat seorang pegawai, merusak fasilitas serta memersenjatai diri dengan potongan besi tajam dan kaca untuk kabur.
Berdasarkan keterangan pengelola yayasan, kejadian bermula sekitar pukul 01.00 WIB ketika seorang pegawai mengecek kondisi para pasien di kamar. Di lantai 3, pegawai itu menghampiri sebuah kamar untuk mengambil dokumentasi. Di depan kamar terdapat pula beberapa pasien dalam posisi tertidur di atas lantai.
"Waktu mau ambil foto buat laporan, tiba-tiba dari arah belakang muncul beberapa pasien lain terus langsung memiting leher pegawai kita, diancam, lehernya diteken pakai potongan besi," kata Kordinator Program tempat rehabilitasi di lokasi, Dwi Mecca Arista, Minggu (3/9/23).
Aksi para pasien itu terekam Close Circuid Television (CCTV). Terlihat dalam video, sejumlah pasien pria yang berpura-pura tidur di depan kamar langsung membuka selimut dan memiting pegawai jaga dari arah belakang. Sebuah potongan besi nampak diarahkan ke bagian leher pegawai.
Pegawai itu lantas diikat menggunakan tali sepatu di sebuah ruangan lantai 3. Selanjutnya para pasien mengambil kunci kamar dan bergegas membuka semua kamar. Kegaduhan sempat terdengar, sehingga menyebabkan pegawai lain di lantai berbeda ikut terbangun.
"Waktu ada suara gaduh di atas, saya bangun kan, terus saya lihat udah ramai pasien keluar kamar. Saya dan pegawai lain langsung turun keluar (gedung) minta tolong ke sekuriti bank di sebelah, kita kordinasi juga ke lingkungan. Pintu dalam kondisi kita kunci biar mereka nggak bisa keluar," katanya.
Berdasarkan keterangan pengelola yayasan, kejadian bermula sekitar pukul 01.00 WIB ketika seorang pegawai mengecek kondisi para pasien di kamar. Di lantai 3, pegawai itu menghampiri sebuah kamar untuk mengambil dokumentasi. Di depan kamar terdapat pula beberapa pasien dalam posisi tertidur di atas lantai.
"Waktu mau ambil foto buat laporan, tiba-tiba dari arah belakang muncul beberapa pasien lain terus langsung memiting leher pegawai kita, diancam, lehernya diteken pakai potongan besi," kata Kordinator Program tempat rehabilitasi di lokasi, Dwi Mecca Arista, Minggu (3/9/23).
Aksi para pasien itu terekam Close Circuid Television (CCTV). Terlihat dalam video, sejumlah pasien pria yang berpura-pura tidur di depan kamar langsung membuka selimut dan memiting pegawai jaga dari arah belakang. Sebuah potongan besi nampak diarahkan ke bagian leher pegawai.
Pegawai itu lantas diikat menggunakan tali sepatu di sebuah ruangan lantai 3. Selanjutnya para pasien mengambil kunci kamar dan bergegas membuka semua kamar. Kegaduhan sempat terdengar, sehingga menyebabkan pegawai lain di lantai berbeda ikut terbangun.
"Waktu ada suara gaduh di atas, saya bangun kan, terus saya lihat udah ramai pasien keluar kamar. Saya dan pegawai lain langsung turun keluar (gedung) minta tolong ke sekuriti bank di sebelah, kita kordinasi juga ke lingkungan. Pintu dalam kondisi kita kunci biar mereka nggak bisa keluar," katanya.
Lihat Juga :