alexa snippet

Tolak Taksi Online, Ratusan Sopir di Bali Kembali Turun ke Jalan

Tolak Taksi Online, Ratusan Sopir di Bali Kembali Turun ke Jalan
Ratusan sopir taksi konvensional yang tergabung dalam Aliansi Sopir Bali kembali turun ke jalan, Selasa (14/3/2017). Mereka menolak keberadaan taksi online. Foto/SINDOnews/Kis Kertasari
A+ A-
DENPASAR - Ratusan sopir taksi konvensional yang tergabung dalam Aliansi Sopir Bali kembali turun ke jalan, Selasa (14/3/2017). Mereka menolak keberadaan taksi online.

Demonstrasi yang dipimpin I Ketut Witra ini dimulai dari Patung Dewa Ruci, Kuta, Badung, kemudian dilanjutkan ke Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bali, Renon, Denpasar.

"Kami sudah melakukan demo ini selama satu tahun. Tapi mereka diam saja, ya tentu saja kami merasa dicuekin," katanya.

Menurut Ketut Witra, para sopir akan terus melakukan aksi ini hingga aplikasi taksi online ini ditutup oleh pemerintah. "Kami taksi konvensional membayar pajak, sementara mereka tidak. Bila orang Bali sudah turun demo, artinya kami sudah tersakiti," ujarnya.

Dia memberi tenggat waktu agar aplikasi taksi online segera ditutup. "Kami beri waktu sampai 1 April 2017. Kami benar-benar merasa dirugikan. Grab dan Uber ini merupakan milik orang asing. Di sini kami benar-benar dirugikan, dengan seenaknya mereka mengambil penumpang," jelasnya.

Mereka mendatangi DPRD Bali agar aspirasinya didengar oleh pemerintah. "Jelas kami ingin DPRD Bali menyampaikan apa yang menjadi aspirasi kita," katanya seraya mengatakan aksi berlanjut di dekat Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
(zik)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top