alexametrics

Cerita Pagi

Pertempuran Pasukan Pemuda Melawan Belanda di Selat Nasik

loading...
Untuk mendapatkan peluru lagi, diadakanlah perundingan antara pasukan pemuda dengan pasukan Tentara Keamanan Rakyat untuk membuka peti berisi peluru.

Setelah mendapatkan peluru, para pasukan pemuda tidak berhasil melakukan penyerangan terhadap NICA, karena tentara NICA sudah berada di ujung Desa Selat Nasik.

Di ujung jalan Desa Selat Nasik, pasukan NICA menembak Dullah Saidin. Kemudian pasukan NICA menuju ke Simpang Empat, Desa Selat Nasik, -sekarang didirikan Tugu Peringatan Pertempuran Selat Nasik-.

Di Simpang Empat ini, seorang opsir Belanda mati tertembak oleh Dahlan. Kejadian ini menimbulkan kemarahan pasukan NICA dan mereka menembak setiap apa yang bergerak dengan membabi buta.

Dari Simpang Empat pasukan NICA terus melakukan penyerangan ke arah pelabuhan Desa Selat Nasik, termasuk menyisir setiap rumah penduduk.

Di pelabuhan Desa Selat Nasik, pasukan NICA melakukan penembakan terhadap Sidik yang berada di ujung pelabuhan. Penembakan itu dibalas oleh Sidik dengan tembakan yang menewaskan tiga orang pasukan NICA.

Sidik kemudian menceburkan diri ke laut untuk menyelamatkan diri. Di ujung pelabuhan kemudian berlabuh kapal motor Banteng yang di dalamnya terdapat enam orang anggota TKR.

Enam anggota TKR ini kemudian menembak pasukan NICA yang sedang mencari Sidik. Serangan pasukan TKR ini membuat pasukan NICA yang masih hidup melarikan diri ke tepi pantai.

Dari tepi pantai ini pasukan NICA kembali menyerang pasukan TKR yang berada di kapal motor Banteng. Pasukan NICA menggunakan speed boat Jager dalam melakukan penyerangan itu.

Akibat serangan pasukan NICA yang semakin gencar ditambah persediaan peluru yang semakin menepis, para pejuang TKR pun akhirnya menyerah tanpa syarat.

Sumber:

wikipedia

saikiyamaneaw

diolah dari berbagai sumber
halaman ke-2 dari 3
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak