12 Tahun Ditelantarkan, Bocah Korban Penganiayaan Akhirnya Punya Akte Lahir

Rabu, 29 Juli 2020 - 15:15 WIB
loading...
12 Tahun Ditelantarkan,...
Bocah korban penganiayaan akhirnya mendapatkan akte lahir. Foto: Okto Rizki Alpino/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Setelah12 tahun lamanya RPP bocah korban penganiayaan di Duren Sawit, Jakarta Timur, akhirnya memiliki akta kelahiran. Ayah RPP, Abdul Mihrab sengaja menelantarkan putrinya sejak ditinggal istri pertamanya saat usia RPP masih bayi.

Beranjak remaja, RPP yang tinggal bersama Abdul Mihrab dan istri barunya kerap medapatkan perlakuan tidak mengenakan. RPP kerap dianiaya ayahnya dan dijadikan pembantu guna memenuhi keperluan istri dan satu anak tirinya.

RPP sendiri sama sekali tak pernah merasakan bangku sekolah formal, dia hanya pernah mengikuti pendidikan anak usia dini (PAUD) yang dibiayai neneknya. Namun, setelah neneknya jatuh sakit RPP kemudian tak melanjutkan sekolahnya.

Lurah Pondok Kopi, Rasikin mengatakan, RPP diketahui tak memiliki akta lahir sejak kasus ini mencuat. Karena, kata dia, ayahnya tidak pernah memerhatikan RPP. (Baca juga: Menolak Cuci Pakaian, Bocah 12 Tahun Dianiaya Ayah Kandung di Duren Sawit )

"Sama ayahnya enggak pernah dibuatkan akta lahir, untuk itu kami buatkan dan sekarang sudah selesai, sudah diserahkan Dukcapil kepada RPP," kata Rasikin saat dikonfirmasi, Rabu (29/7/2020).

Setelah mendapatkan akta lahir tersebut, RPP dapat kembali melanjutkan pendidikan setelah sebelumnya hanya merasakan PAUD. (Baca juga: Kasus Dugaan KDRT Kombes RW, Polisi Sita Ponsel Pemicu Keributan )

"Akta lahir ini menjadi modal untuk melanjutkan sekolah, saat ini kami sedang persiapkan dulu untuk mengikuti sekolah paket karena usianya sudah 12 tahun dan belum pernah sekolah," ucapnya.

Lebih lanjut, Rasikin berjanji akan mengusahakan RPP untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Namun, yang terpenting saat ini adalah memulihkan dulu trauma RPP pasca penganiayaan yang terjadi kepada dirinya pada Rabu 22 Juli 2020.

"Kami telah berkoordinasi dengan pihak sudin Pendidikan Jakarta Timur, sambil menunggu kesiapan RPP untuk melanjutkan sekolah, saat ini korban sedang diasuh oleh nenek dan saudaranya di rumah kontrakan," tuturnya.
(mhd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Korban Disiksa Selama...
Korban Disiksa Selama 3 Tahun, Mengapa Tak Melawan? Ini Penjelasan Psikolog!
Kasus Wanita Disekap...
Kasus Wanita Disekap 3 Tahun di Bandung, Uya Kuya Desak Polisi Tangkap Pelaku
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Rekomendasi
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Dari Sampang, Rihul...
Dari Sampang, Rihul CZ Bangun Peluang Lewat Konten Digital
Hasil MotoGP Belanda...
Hasil MotoGP Belanda 2026: Ai Ogura Cetak Sejarah, Marc Marquez Keenam
Berita Terkini
Rembug Tani Jabar di...
Rembug Tani Jabar di Tasikmalaya, Apkarindo Perkuat Sinergi Demi Masa Depan Karet Rakyat
Mahasiswa Gelar Solidarity...
Mahasiswa Gelar Solidarity Campaign di Area CFD Sudirman-MH Thamrin, Buka Percakapan dengan Rakyat
Cegah Stunting lewat...
Cegah Stunting lewat Program Genting, Menteri Wihaji Salurkan Bantuan RTLH di Sleman
Jelang Hari Bhayangkara...
Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Riau Tuntaskan 110 Jembatan Merah Putih Presisi
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
Dukung Generasi Alpha...
Dukung Generasi Alpha dan Beta, S-26 Gelar Event di Surabaya dan Jakarta
Infografis
22 Tahun Mangkrak, 109...
22 Tahun Mangkrak, 109 Tiang Monorel di Jakarta Dibongkar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved