alexametrics

Tiga Pria Asal Peru Bobol ATM di Bali dan Surabaya

loading...
Tiga Pria Asal Peru Bobol ATM di Bali dan Surabaya
Tiga Pria Asal Peru Bobol ATM di Bali dan Surabaya
A+ A-
DENPASAR - Tiga pria asal Peru bernama Robert Castro De La Cuba, Jose William Salazar Ortiz, dan Frankho Pizarro Solano ditangkap karena membobol ATM di Bali dan Surabaya.

Wakapolresta Denpasar AKBP Nyoman Artana mengatakan, ketiga orang ini ditangkap di tempat yang berbeda. Dua orang ditangkap di Jakarta yakni Robert Castro De La Cuba dan Jose William Salazar Ortiz. Sementara, Frankho Pizarro Solano dibekuk di Surabaya.

AKBP Nyoman Artana menjelaskan, tiga pelaku ini awalnya beraksi di minimarket di Jalan Tangkuban Parahu di Denpasar. Mereka membobol ATM pada 28 November 2016. Uang yang dibawa kabur Rp117 juta.



Kemudian, para pelaku pergi ke Surabaya dengan naik bus dari Terminal Ubung Denpasar. Tiga pelaku ini kembali melakukan aksi yang serupa, mereka membobol ATM dua bank yang kerugiannya mencapai Rp387 juta.

"Sepertinya mereka tidak beraksi sekali ini saja dan di Surabaya saja. Kemungkinan masih ada yang lain. Kami masih menyelidikinya apakah ini sindikat atau tidak," jelasnya di Denpasar, Kamis (5/1/2017).

Dia menerangkan, saat beraksi satu pelaku menunggu di luar dan dua orang lainnya bergerak mematikan CCTV dan membobol gerbang mini market. Setelah berhasil membuka toko, para pelaku membobol mesin ATM dengan las dan langsung disiram dengan minuman bersoda.

"Saat itulah para pelaku langsung berhasil menggondol semua uang yang ada di mesin ATM. Mereka ini memang sengaja ke Bali untuk maling. Uangnya habis dipakai foya-foya," katanya.

Barang bukti yang diamankan polisi adalah mesin atm, dua botol minuman, pecahan kaca, dan dua unit sepeda motor. "Para pelaku telah melanggar Pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana paling lama sembilan tahun penjara," ujarnya.
(zik)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak