alexa snippet

Angka Kecelakaan di Kendal Meningkat

Angka Kecelakaan di Kendal Meningkat
Angka kecelakaan lalu lintas di Kabuapaten Kendal selama 2016 meningkat dibanding satu tahun sebelumnya. / ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
KENDAL - Angka kecelakaan lalu lintas di Kabuapaten Kendal selama 2016 meningkat dibanding satu tahun sebelumnya. Dari data Polres Kendal, angka kecelakaan 337 kasus pada 2015 meningkat menjadi 415 di tahun 2016 atau naik sekitar 10 persen.

Untuk korban meninggal dunia juga jumlahnya meningkat, dari 93 orang di tahun 2015 menjadi 103 orang pada 2016. Demikian pula kerugian material, naik dari Rp161.600.000 pada 2015 menjadi Rp191.400.000 di tahun 2016.

Kapolres Kendal, AKBP Maulana Hamdan mengatakan, penyebab kecelakaan antara lain karena human error, ketidaktertiban dari pengendara terhadap rambu-rambu lalu lintas. Hal ini bisa dilihat dari angka pelanggaran yang mengalami kenaikan, di tahun 2015 ada 12.665 kasus menjadi 16.860 kasus pelanggaran di tahun 2016.

Sebab tindakan preventif untuk mengurangi angka kecelakaan, pihak Polres Kendal akan meningkatkan sosialisasi tertib lalu lintas kepada masyarakat, terutama di sekolah-sekolah. "Sosialisasi tertib lalulintas sebenarnya sudah dilakukan, tapi akan akan terus ditingkatkan," ujarnya.

Terhadap kasus kriminal di Kabupaten Kendal selama tahun 2016 secara umum mengalami penurunan dari tahun 2015, kecuali kasus narkoba, dari delapan kasus di tahun 2015 menjadi 14 kasus di tahun 2016 atau naik 75 persen, namun penyelesaian perkaranya tuntas 100 persen.

Sedangkan kasus yang mengalami penurunan paling banyak yaitu kasus pembunuhan, yakni dari lima kasus pada 2015 menjadi satu kasus di tahun 2016 atau turun 80 persen.

"Untuk kasus seperti curat, curanmor, curas, penipuan, perjudian dan kejadian kebakaran semuanya menurun. Sepanjang tahun 2016 berdasarkan data ungkap kasus kriminalitas turun sebanyak 27 kasus atau 10 persen dibanding tahun 2015 yang sebesar 256 kasus menjadi 229 kasus di tahun 2016. Juga jumlah tindak pidana di tahun 2015 sejumlah 372 kasus, turun padatahun 2016 sejumlah 270 kasus atau 27 person," tandasnya.

Eddy, 36 tahun, warga Kaliwungu menyampaikan bahwa kecelakaan sering terjadi di wilayahnya. Biasanya, kecelakaan terjadi karena kondisi jalan rusak dan penerangan jalan minim. "Kami berharap ada tindakan dari pihak terkait demi keamanan dan kenyamanan pengguna jalan," harapnya.



(nug)
loading gif
Top