alexametrics

Turun di Pangkal Pinang, Tiga Penumpang Pesawat Polri Terhindar dari Kecelakaan

loading...
Turun di Pangkal Pinang, Tiga Penumpang Pesawat Polri Terhindar dari Kecelakaan
Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI FH Bambang Soelistyo saat konpers di kantornya, Jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (4/12/2016). Foto/Okezone
A+ A-
JAKARTA - Pesawat Skytruck milik Polri yang hilang di perairan Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Sabtu (3/12/2016) pagi, awalnya mengangkut 16 orang. Namun, tiga orang di antaranya turun di Pangkal Pinang.

Awalnya, pesawat milik Polri itu mengangkut 16 orang. Pesawat semula terbang dari Jakarta menuju Pangkal Pinang. Setibanya di Pangkal Pinang, tiga dari 16 orang turun, sementara 13 lainnya melanjutkan perjalanan ke Batam. Ketiga anggota polisi yang turun di Pangkal Pinang adalah Brigadir Sandoko, Brigadir Endri L, dan Brigadir Angga.

"Memang (awalnya) ada 16, tapi tiga turun di Pangkal Pinang. Sisa lima kru dan delapan penumpang yang ke Batam," ujar Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI FH Bambang Soelistyo di kantornya, Jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (4/12/2016).



Sementara itu, pencarian terhadap korban pesawat Polri yang jatuh di perairan Kabupaten Lingga, Kepri, terus dilakukan oleh tim gabungan di bawah komando Basarnas. Sebanyak 16 kapal, dua heli dan satu pesawat dikerahkan untuk membantu pencarian para korban.

Sejauh ini, sudah ditemukan satu jenazah dan bagian tubuh yang dievakuasi dalam tiga kantong mayat. Tiga kantong berisi mayat bahkan sudah sampai di RS Bhayangkara Polda Kepri untuk dilakukan proses identifikasi. (Baca juga: Polisi Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Pesawat Jatuh).

"Nanti kepolisian ya yang melakukan identifikasi. Kalau operasi SAR gabungan di bawah kendali Basarnas. Kemudian nanti keluarga dan identifikasi korban ada di pihak pemerintah, Kepolisian RI," tandas Soelistyo.
(zik)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak