alexa snippet

Thamrin Kadir dan Cik Nura Dibunuh Cucu

Thamrin Kadir dan Cik Nura Dibunuh Cucu
Polresta Palembang menunjukkan barang bukti perampokan dan pembunuhan terhadap Thamrin Kadir dan Cik Nura. Foto/KORAN SINDO/Adi Haryanto
A+ A-
PALEMBANG - Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polresta Palembang bergerak cepat untuk mengungkap kasus perampokan disertai pembunuhan yang menimpa pasutri Thamrin Kadir (80) dan Cik Nura (78). Hasilnya, tiga tersangka yakni GR (18), AP (16), dan IT (14), berhasil ditangkap.

Ketiga tersangka ditangkap di Jalan Sematang Borang, Kelurahan Sako, Kecamatan Sako, Palembang, Jumat (2/12/2016) dini hari.

Ironisnya, dua tersangka GR dan AP tak lain merupakan cucu kandung korban. Sedangkan IT merupakan santri di salah satu rumah tahfiz. Bahkan, tersangka GR juga disebut-sebut sebagai otak pembunuhan dan perampokan itu.

Motif pembunuhan karena para tersangka merasa ketakutan aksi perampokan yang mereka lakukan diketahui korban.

Aksi perampokan itu dilakukan tersangka untuk biaya membeli sabu. Selain itu, tersangka GR juga terlilit utang dengan rentenir sebesar Rp2 juta.

Informasi yang dihimpun, aksi nekat yang dilakukan tersangka berawal saat ketiganya mendatangi kediaman korban di Jalan KH Wahid Hasyim Lorong Mutiara II RT 37/07, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I, Palembang, Sumatera Selatan, pada Kamis (1/12/2016). Mereka bermaksud mencuri uang pensiun yang baru saja diambil korban dari bank.

Tersangka datang ke kediaman korban dengan mengendarai sebuah sepeda motor BG 6309 AAA. Saat itu, dua tersangka yakni GR dan IT masuk ke dalam rumah korban yang memang tidak terkunci. Sementara, AP menunggu di depan lorong kediaman korban.

Ketika berada di dalam rumah, para tersangka masuk ke dalam kamar bagian belakang rumah tersebut, untuk mengambil uang pensiun korban. Saat mereka masuk, korban Cik Nura sedang tidur. Lantaran takut aksinya diketahui korban, kedua tersangka pun akhirnya merencanakan untuk melakukan pembunuhan keji itu

"Awalnya hanya mau melakukan pencurian saja. Pisau itu dibawa untuk jaga diri. Tapi karena takut ketahuan, IT mengajak saya untuk membunuh nenek. Saya sebetulnya tidak tega membunuh. IT yang pertama kali membunuh nenek saya," ungkap GR, saat menjalani pemeriksaan di Mapolresta Palembang.

Aksi pembunuhan itu, kata tersangka, dilakukan lebih dahulu dengan membekap muka korban menggunakan bantal. Namun, karena korban sempat melakukan perlawanan, tersangka IT langsung menusuk korban dengan sebilah pisau yang sudah disiapkannya sejak saat berangkat dari rumah. GR pun ikut menusuk neneknya.

Rupanya, kegaduhan atas aksi yang mereka lakukan di dalam kamar yang ditempati Cik Nura, terdengar oleh korban Thamrin yang berada di kamar bagian depan. Curiga dengan hal itu, Thamrin memutuskan masuk ke dalam kamar istrinya.

Menurut GR, melihat korban Thamrin mendatangi akmar itu, IT pun langsung mendorong Thamrin dan menikamnya hingga tewas.

"Kakek melihat aksi kami. Makanya IT langsung menikamnya juga," ujarnya.
halaman ke-1 dari 2
loading gif
Top