Perkantoran Klaster Baru Covid-19, Dekan UI: Karyawan Abai saat Berinteraksi

Selasa, 28 Juli 2020 - 14:11 WIB
loading...
Perkantoran Klaster...
Foto: Ilustrasi/Dok SINDOnews
A A A
DEPOK - Saat ini muncul klaster baru penyebaran Covid-19 yaitu kawasan perkantoran di DKI Jakarta . Data yang dikutip dari www.covid19.go.id disebutkan bahwa ada 59 klaster perkantoran penyebaran Covid-19. Sedangkan jumlah kasusnya mencapai 375 kasus.

Dekan Fakultas Kedokteran UI Ari Fahrial Syam mengimbau warga jangan mengabaikan protokol kesehatan yang ditetapkan. “Klaster baru ditemukan di perkantoran. Banyak kasus Covid-19 tanpa gejala,” ujarnya, Selasa (28/7/2020).

Munculnya perkantoran sebagai klaster baru karena sejumlah faktor. Salah satunya karyawan yang abai akan protokol kesehatan yang berlaku. “Karyawan abai saat berinteraksi di antara mereka. Terutama saat berada di pantry atau saat ngobrol tanpa physical distancing,” ucapnya. (Baca juga: 1.001 Alasan Warga saat Diamankan Satpol PP karena Tak Pakai Masker)

Dengan diabaikannya protokol yang berlaku membuat penularan dengan mudah terjadi di perkantoran. Karena saat ini banyak kantor sudah memberlakukan sistem bekerja kembali di kantor.

Banyak pekerja menilai diri mereka sehat. Padahal, Covid-19 bisa memapari mereka dengan tanpa gejala. Sayangnya hal itu kurang disadari oleh warga. “Mereka menyangka mereka sehat sehingga lupa ternyata ada orang tanpa gejala,” ujar Ari.

Dengan kondisi ini, maka tindakan tegas harus diambil oleh pemerintah. “Pemerintah harus melakukan law enforcement yang tegas buat yang abai dalam melaksanakan protokol kesehatan. Ini berlaku di beberapa negara tetangga,” katanya. (Baca juga: Belasan Ribu Warga Terdampak Covid-19 di Duren Sawit Terima Bansos Tahap Kelima)

Pekerja di Jakarta didominasi masyarakat komuter dari wilayah penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Ari berpandangan kurang optimalnya wilayah penyangga dalam melakukan tes juga menjadi pemicu adanya klaster baru di perkantoran. Sementara, Pemprov DKI sangat gencar melakukan tes.

“Jakarta agresif dalam pemeriksaan begitu juga di perkantoran. Kalau saja wilayah Botabek juga agresif dilakukan active case finding akan ditemukan kasus-kasus baru. Daerah penyangga kurang optimal dalam active case finding karena keterbatasan pemeriksaan PCR dan mobilitas masyarakat,“ ungkap Ari.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jadwal Ujian SIMAK UI...
Jadwal Ujian SIMAK UI 2026 Ditambah, Catat Waktu dan Tata Tertibnya
UI Tembus 15 Besar Dunia...
UI Tembus 15 Besar Dunia di Ajang Emerald Excellence Awards 2026
UI Jatuhkan Sanksi Kasus...
UI Jatuhkan Sanksi Kasus KSBE di Fakultas Hukum, 15 Terlapor Terbukti Melanggar
Rekomendasi
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran...
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran dalam Pergantian Tahun Baru Hijriyah
Shakira Buka Piala Dunia...
Shakira Buka Piala Dunia 2026 dengan Penampilan Spektakuler, Cetak Sejarah Baru di FIFA
Cut Meyriska dan Roger...
Cut Meyriska dan Roger Danuarta Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Imbas Kasus Hanania Travel
Berita Terkini
Polda Metro Jaya Kawal...
Polda Metro Jaya Kawal Demo Mahasiswa di Jakarta, Aparat Tak Bawa Senpi
Mahasiswa Bakal Demo...
Mahasiswa Bakal Demo di 3 Titik Jakarta, Rekayasa Lalin Diberlakukan Situasional
Latja di Polres Malang,...
Latja di Polres Malang, Taruna Akpol Didorong Pahami Implementasi Program Presisi
Partai Perindo NTT Gandeng...
Partai Perindo NTT Gandeng GMIT, Dorong SNI agar UMKM Naik Kelas
Demo Kenaikan Harga...
Demo Kenaikan Harga Pertamax, Aktivis 98: Ada Pergeseran Orientasi Mahasiswa
Pasar Modal Dapat Sentimen...
Pasar Modal Dapat Sentimen Positif, BRI Siap Melaju dengan Fundamental Kuat
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved