alexa snippet

Kunjungan Bupati Karawang ke Italia Menuai Kritik

Kunjungan Bupati Karawang ke Italia Menuai Kritik
Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana. Foto/Dok SINDOphoto
A+ A-
KARAWANG - Kunjungan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana ke Italia menjadi sorotan karena daerah yang dipimpinnya dilanda musibah banjir. Cellica berangkat ke Italia 13 November lalu, berdekatan dengan datangnya banjir besar yang melanda puluhan desa di lima kecamatan dan membuat ribuan warga mengungsi.

Meski Wakil Bupati Karawang Jimmy Ahmad Zamaksari turun langsung ke lokasi musibah banjir, hal itu tidak mengurangi kekecewaan masyarakat Karawang. Kritikan terhadap Cellica terus bergulir dan menjadi viral di media sosial.

Pemerhati lingkungan Nace Permana menyesalkan keberangkatan Cellica ke Italia di tengah musibah banjir yang terjadi di Karawang. Menurutnya, lebih penting menolong warganya ketimbang menghadiri acara di Italia, apalagi cuma untuk mendapat penghargaan.

Jumlah korban yang mengungsi mencapai ribuan orang. Menurutnya, perlu keseriusan menangani korban dan juga mencari solusi agar banjir tidak lagi terjadi. "Harus ada prioritas menolong rakyat apa mau menerima penghargaan atau apa pun, masalah musibah itu menyangkut nyawa," kata Nace.

Cellica berangkat ke Italia untuk menghadiri acara 11th Workshop and Congress on Kangaroo Mother Care di Trieste, Italia, dari tanggal 14 sampai 17 November 2016. Di media sosial langsung beredar banyak meme yang mengaitkan kepergian Cellica ke Eropa dengan musibah banjir di Karawang.

Lewat akun Facebook-nya yang ditulis Selasa (15/11/2016), Cellica membalas kritikan tersebut dan membenarkan dirinya sedang berada di Italia. Namun, Cellica membantah dia sedang piknik. Keberangkatannya ke Italia lantaran diminta menjadi pembicara dalam 11th Workshop and Congress on Kangaroo Mother Care.

Menurut Cellica, musibah di Karawang tidak ada yang tahu. Kebetulan, musibah banjir itu bertepatan dengan keberangkatannya ke luar negeri. Kabar banjir Karawang pun dia terima ketika sudah dalam perjalanan.

Cellica mengatakan, di Italia dirinya akan membicarakan program "Jari Emas" yang sukses menurunkan tingkat kematian ibu dan anak di Kabupaten Karawang. "Saya pergi ke luar negeri karena program Jari Emas andalan Karawang sukses menurunkan tingkat kematian ibu dan anak selama proses persalinan, diakui dunia internasional," kata Cellica dalam akun Facebook.

Menurut Cellica, program "Jari Emas" menjadi perhatian internasional. Bahkan, 40 negara ingin mencontoh program tersebut. "Saya diminta datang jadi pembicara dengan harapan program tersebut bisa terus berlanjut dan digunakan negara-negara lain," tulis Cellica.

Namun, di situs resmi 11th Workshop and Congress on Kangaroo Mother Care, nama Cellica tidak tertera dalam daftar pembicara acara workshop tersebut. Saat mengakses http://inkmc.net/index.php/speakers-and-moderators, tidak ada pembicara dari Karawang.

Banjir di Karawang (KORAN SINDO)

Seperti diketahui, ribuan warga mengungsi akibat banjir yang terjadi di Karawang, Jawa Barat, Senin (14/11/2016) dini hari. Banjir terjadi akibat luapan Sungai Citarum dan Sungai Cibeet yang meluap hingga permukiman warga.

Ketinggian air yang mencapai 3 meter ini memaksa warga mengungsi ke tempat penampungan yang disediakan pemerintah desa setempat. Tercatat ada delapan titik banjir di Karawang yang menggenangi puluhan desa/kelurahan di delapan kecamatan.
(zik)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top