Polemik Rumah di Bekasi Terisolir Hotel, Pemilik Ngaku Tanahnya Kini Tak Bernilai

Sabtu, 15 Juli 2023 - 04:03 WIB
loading...
Polemik Rumah di Bekasi...
Rumah milik Ngadenin (63) di Jalan Raya Jatiwaringin, Pondok Gede, Kota Bekasi terkurung bangunan hotel hingga menyisakan comberan sebagai akses jalan. Foto: Dok MPI
A A A
BEKASI - Pemilik rumah di Pondok Gede, Kota Bekasi yang terisolir hotel mengaku tanahnya kini tidak bernilai. Keberadaan hotel membuat akses jalan menuju rumah Ngadenin hanya melalui saluran air atau comberan.

"Pak Ngadenin beli dengan harga normal tiba-tiba dengan dibangunnya hotel tanah itu tidak bernilai. Jangankan orang mau beli, kalau dikasih pun nggak bakal mau karena masuknya lewat got," ujar kuasa hukum Ngadenin, Zaenal Abidin, Jumat (14/7/2023).

Dia juga meminta pihak hotel tidak membalikkan keadaan seolah-olah tanah Ngadenin bernilai murah. "Duit ratusan juta tiba-tiba tidak ternilai karena ada bangunan yang menutup akses," ucapnya.

Baca juga: Kisruh Rumah Terkurung Hotel di Bekasi Ditawar Rp8 Juta per Meter, tapi Pemilik Minta Rp15 Juta

Dia membantah tanah kliennya pernah ditawari Rp8 juta per meternya oleh pemilik hotel. Pemilik hotel hanya menawarkan Rp7 juta yang kemudian kembali turun.

“Yang benar itu pernah menawar Rp5 juta akhirnya menawar kedua Rp7 juta berubah lagi menjadi menawar Rp5 juta,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, rumah Ngadenin (63) di Jalan Raya Jatiwaringin, Pondok Gede, Kota Bekasi terkurung bangunan hotel hingga menyisakan comberan sebagai akses jalan. Ternyata pihak hotel pernah menawar rumah Ngadenin Rp 8 juta per meter, tapi ditolak karena yang bersangkutan minta Rp15 juta.

"Itu sudah berlaku tiga kali rumahnya (Ngadenin) untuk dibeli. Dia tidak mau dijual seharga Rp8 juta," kata Devin, salah satu keluarga pemilik hotel, Rabu (12/7/2023).

Ketika konstruksi pembangunan sedang dikerjakan sebenarnya pihak hotel tidak membutuhkan lahan Ngadenin. Namun, untuk kebaikan bersama pihaknya melakukan negosiasi dengan Ngadenin.

"Kalau untuk kita sebenarnya mau menawarkan atau membeli atau tidak ya nggak butuh-butuh banget," tuturnya.

Menurut Devin, pengajuan Rp 8 juta per meter saat itu sesuai Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah di wilayah itu. Ngadenin sempat mengusulkan opsi ditukarkan rumah dengan luas yang sama dan berada di wilayah itu. "Itu saya angkat tangan karena bukan bidang saya mencari-cari rumah," katanya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Resmikan 1.151...
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah: Jadi Urat Nadi Perekonomian Rakyat
Venue Pernikahan Seribu...
Venue Pernikahan Seribu Tamu Hadir Dekat Bandara Soekarno-Hatta
Jawaban untuk Kenyamanan...
Jawaban untuk Kenyamanan Menginap Melalui Pilihan Hotel-Hotel Favorit
Rekomendasi
Mensesneg Sebut Prabowo...
Mensesneg Sebut Prabowo Monitor Kasus 3 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal
Jadwal Lengkap MotoGP...
Jadwal Lengkap MotoGP Belanda 2026 di Sirkuit Assen, Streaming VISION+
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Berita Terkini
Dishub DKI Siapkan Rekayasa...
Dishub DKI Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Bundaran HI saat Malam Puncak HUT ke-499 Jakarta
Rekam Jejak Taufik Hidayat,...
Rekam Jejak Taufik Hidayat, Pernah Lakukan Penganiayaan dan Kasus Penggelapan Motor
Benahi Tata Kelola MBG,...
Benahi Tata Kelola MBG, Tindakan BGN Tutup Ratusan Dapur Fiktif Diapresiasi
Perputaran Uang Judi...
Perputaran Uang Judi Online Hayam Wuruk Capai Belasan Triliun
Tak Hanya 287 WNA, 4...
Tak Hanya 287 WNA, 4 WNI Turut Jadi Tersangka Judol Hayam Wuruk
Kaesang Saksikan Pelantikan...
Kaesang Saksikan Pelantikan Pengurus DPD PSI Mesuji Lampung
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved