Lalaran Nadhom Beraransemen Beatbox Semarakkan MQKN 2023
Kamis, 13 Juli 2023 - 21:30 WIB
loading...
Ekshibisi Lalaran Nadhom pada Musabaqah Qira’atil Kutub Nasional (MQKN) 2023 menjadi ajang adu kreativitas santri dalam hal kesenian terutama musik. Foto/Ist
A
A
A
LAMONGAN - Ekshibisi Lalaran Nadhom pada Musabaqah Qira’atil Kutub Nasional (MQKN) 2023 menjadi ajang adu kreativitas santri dalam hal kesenian terutama musik. Dalam ekshibisi ini, santri berpacu dalam musik untuk mengaransemen Lalaran Al-Amtsilah, At-tashrifiyah, Nadhom Alfiyah Ibnu Malik.
Sejumlah grup Lalaran Nadhom menampilkan hasil kreativitasnya di depan para dewan hakim, Kamis (13/7/2023). Dewan hakim di cabang Lalaran Nadhom ini budayawan Abdullah Wong, Ketua Lesbumi Jadul Maula, dan mantan Ketua Lesbumi Sastro Ngatawi.
Baca juga: Apresiasi Musabaqah Azan Nasional Pesona Wisata Nusantara 2022, Sandiaga Uno: Indah!
Salah satu yang menarik perhatian adalah penampilan dari Pondok Pesantren Hasbiyallah DKI Jakarta. Dalam penampilannya tim ini menyajikan Lalaran Nadhom dengan aransemen beatbox. Kelompok ini berani mengeksplorasi Lalaran Nadhom yang dicampur dengan musik beatbox.
Beberapa menit awal saat kelompok melantunkan musik perkusi dicampur dengan nada lagu dari Nadhom, peserta dan dewan hakim tampak berekspresi biasa. Namun, suasana itu pecah ketika salah satu personel dari grup tersebut memegang mikropon dan mengeluarkan skill beatbox-nya di tengah performance.
Seketika sorak dan tepuk tangan saling bersahutan di lokasi. Kemudian pementasan pun diakhiri dengan tepuk tangan kemudian diikuti dengan sesi komentar para dewan hakim di cabang Lalaran Nadhom tersebut.
Sejumlah grup Lalaran Nadhom menampilkan hasil kreativitasnya di depan para dewan hakim, Kamis (13/7/2023). Dewan hakim di cabang Lalaran Nadhom ini budayawan Abdullah Wong, Ketua Lesbumi Jadul Maula, dan mantan Ketua Lesbumi Sastro Ngatawi.
Baca juga: Apresiasi Musabaqah Azan Nasional Pesona Wisata Nusantara 2022, Sandiaga Uno: Indah!
Salah satu yang menarik perhatian adalah penampilan dari Pondok Pesantren Hasbiyallah DKI Jakarta. Dalam penampilannya tim ini menyajikan Lalaran Nadhom dengan aransemen beatbox. Kelompok ini berani mengeksplorasi Lalaran Nadhom yang dicampur dengan musik beatbox.
Beberapa menit awal saat kelompok melantunkan musik perkusi dicampur dengan nada lagu dari Nadhom, peserta dan dewan hakim tampak berekspresi biasa. Namun, suasana itu pecah ketika salah satu personel dari grup tersebut memegang mikropon dan mengeluarkan skill beatbox-nya di tengah performance.
Seketika sorak dan tepuk tangan saling bersahutan di lokasi. Kemudian pementasan pun diakhiri dengan tepuk tangan kemudian diikuti dengan sesi komentar para dewan hakim di cabang Lalaran Nadhom tersebut.
Lihat Juga :